Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki persediaan senjata yang lebih dari cukup dan "lebih dari mampu" untuk melanjutkan perang dengan Iran.
Hal itu disampaikannya di forum KTT pertahanan Asia yang digelar di Singapura pada hari Sabtu (30/5).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (30/5/2026):
- Menhan AS Khawatirkan Peningkatan Militer China
Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat Pete Hegseth mendesak sekutu-sekutu AS di Asia untuk meningkatkan pengeluaran militer guna melawan kekuatan China yang semakin meningkat dan mencegah dominasinya di kawasan tersebut. Dia memperingatkan adanya "kekhawatiran yang beralasan" atas peningkatan militer yang pesat tersebut.
Hegseth, berbicara di forum Dialog Shangri-La di Singapura, mengatakan bahwa jaringan sekutu yang lebih kuat dan mandiri sangat penting untuk mencegah agresi dan menjaga keseimbangan kekuatan.
- AS Serang Kapal Penyelundup Narkoba di Pasifik Timur, 3 Orang Tewas
Militer Amerika Serikat melakukan serangan mematikan terhadap sebuah kapal di Pasifik Timur, dan menewaskan tiga orang.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (30/5/2026), ini adalah serangan mematikan ketiga dalam seminggu terakhir, sehingga jumlah total korban tewas menjadi setidaknya 198 orang -- menurut perhitungan AFP -- sejak pemerintahan Trump memulai serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba pada bulan September tahun lalu.
Dalam sebuah unggahan di media sosial X, Komando Selatan AS mengatakan "kapal tersebut sedang melintasi rute perdagangan narkoba yang dikenal di Pasifik Timur dan terlibat dalam operasi perdagangan narkoba."
- Hasil Pemeriksaan Medis Trump: Kesehatan Prima, Berat Badan Harus Turun
Dokter kepresidenan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin AS itu dalam "kondisi kesehatan prima", tetapi menyarankan agar ia menurunkan berat badan (BB). Demikian menurut memo yang dirilis Jumat (29/5) waktu setempat setelah Trump yang berusia 79 tahun, menjalani pemeriksaan medis rutin.
(ita/ita)