Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa meskipun Iran merupakan negosiator yang "sangat bagus", militer Teheran yang hancur telah memberikan Washington alat tawar-menawar untuk mengamankan kondisi yang diinginkan dalam perundingan.
"Mereka mahir, tetapi pada akhirnya, kita memiliki semua kartu karena kita telah mengalahkan mereka secara militer," kata Trump dalam wawancara dengan program Fox News "My View with Lara Trump", seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (29/5/2026).
Lara Trump yang merupakan menantu Trump, menjadi host program Fox News tersebut. Wawancara ini dijadwalkan untuk tayang pada Sabtu (29/5) waktu AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka tidak memiliki Angkatan Laut. Setiap kapal -- mereka memiliki 159 kapal, semuanya berada di dasar laut -- setiap kapal. Kita mengambil gambar-gambarnya. Kita memiliki orang-orang yang turun untuk mengambil gambar ratusan kapal," ucapnya.
"Angkatan Laut mereka benar-benar hancur, 100 persen. Angkatan Udara mereka benar-benar hancur, 100 persen," klaim Trump dalam wawancara tersebut.
Lebih lanjut, Trump memperingatkan bahwa kesepakatan yang tidak menguntungkan AS menjadi batasan yang tidak boleh dilanggar oleh Iran, karena dapat memicu Washington untuk memulai kembali operasi militernya yang ofensif.
"Kesepakatan yang tidak menguntungkan kita adalah batasnya, pada akhirnya," cetusnya.
"Saya membiarkan situasinya berkembang, dan kita akan melihat," kata Trump.
Pernyataan terbaru Trump ini muncul saat AS dan Iran menyampaikan pernyataan yang saling kontradiktif mengenai potensi tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik, terutama setelah kedua negara terlibat aksi saling serang pekan ini.
Sumber-sumber pejabat AS, seperti dikutip berbagai media internasional, termasuk Axios, mengklaim negosiator kedua negara telah mencapai nota kesepahaman sementara mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan kerangka kerja untuk perundingan nuklir, serta tinggal menunggu persetujuan akhir Trump untuk diumumkan.
Namun otoritas Iran menepis klaim tersebut, dengan kantor berita Tasnim menegaskan bahwa nota kesepahaman kedua negara belum mencapai tahap finalisasi sama sekali. Menurut Tasnim, laporan media yang mengutip sumber-sumber Barat tersebut "tidak mencerminkan kenyataan".
Simak juga Video Trump soal Negosiasi dengan Iran: Mereka Licik











































