AS-Iran Beri Sinyal Berbeda Soal Potensi Kesepakatan Usai Serangan Terbaru

AS-Iran Beri Sinyal Berbeda Soal Potensi Kesepakatan Usai Serangan Terbaru

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 29 Mei 2026 10:19 WIB
Ilustrasi (dok. Getty Images/AFP)
Ilustrasi (dok. Getty Images/AFP)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) dan Iran menyampaikan pernyataan yang saling kontradiktif mengenai potensi tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik, terutama setelah kedua negara terlibat aksi saling serang pekan ini.

Sumber-sumber pejabat AS mengklaim negosiator kedua negara telah mencapai nota kesepahaman sementara mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan kerangka kerja untuk perundingan nuklir, serta tinggal menunggu persetujuan akhir Presiden Donald Trump untuk diumumkan.

Namun otoritas Iran menepis klaim tersebut, dengan menegaskan bahwa nota kesepahaman kedua negara belum mencapai tahap finalisasi sama sekali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Klaim Capai Kesepakatan Sementara dengan Iran, Tunggu Restu Trump

Sumber-sumber AS yang mengetahui proses negosiasi yang berlangsung, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Jumat (29/5/2026), mengatakan bahwa nota kesepahaman atau MoU telah tercapai, namun Trump menginginkan waktu tambahan sebelum membuat keputusan akhir.

ADVERTISEMENT

Laporan media terkemuka AS, Axios, yang juga mengutip sumber-sumber AS, menyebut Trump belum memberikan persetujuan akhir terhadap MoU tersebut, meskipun para negosiator dari kedua negara sebagian besar telah menyelesaikan persyaratannya.

Laporan tersebut mengatakan bahwa para negosiator AS memberi pengarahan kepada Trump tentang proposal tersebut, tetapi presiden meminta waktu tambahan sebelum mengambil keputusan.

"Presiden menyampaikan kepada para mediator bahwa dia ingin beberapa hari untuk memikirkannya," kata seorang pejabat AS seperti dikutip oleh Axios.

Para pejabat AS yang dikutip Axios disebut mengatakan bahwa para negosiator Iran kemudian memberitahu para mediator bahwa mereka telah memperoleh persetujuan yang diperlukan dan siap untuk menandatangani perjanjian tersebut. Teheran belum secara terbuka mengonfirmasi klaim ini.

Menurut sumber-sumber AS tersebut, kerangka kerja awal perjanjian tersebut akan mencakup janji Iran untuk tidak pernah mengupayakan senjata nuklir dan memulai diskusi tentang penyerahan pasokan uranium yang diperkaya tinggi.

Iran, menurut sumber AS itu, juga akan membuka kembali Selat Hormuz dan mulai menyingkirkan ranjau laut yang dipasang di jalur perairan strategis tersebut.

Selama periode 60 hari yang diusulkan, sebut sumber AS yang berbicara kepada Al Arabiya, Washington akan mulai melonggarkan sanksi-sanksi, termasuk pembatasan ekspor minyak Iran, sembari juga membahas pencairan dana Iran yang dibekukan.

Berdasarkan MoU tersebut, militer AS akan mengakhiri blokade laut terhadap Iran, dan pemerintahan Trump akan berupaya mengakhiri perang di Lebanon yang berkecamuk antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Iran Bantah Nota Kesepahaman dengan AS Capai Tahap Finalisasi

Iran menyampaikan bantahan atas laporan media yang mengutip sumber-sumber pejabat AS. Kantor berita Tasnim, yang berafiliasi dengan pemerintah Iran dan mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi Teheran, menepis laporan yang menyebut nota kesepahaman telah mencapai tahap finalisasi.

Laporan Tasnim menyebutkan bahwa sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran mengindikasikan bahwa laporan media yang mengutip sumber-sumber Barat tersebut "tidak mencerminkan kenyataan". Dikatakan oleh sumber tersebut bahwa "draf belum mencapai finalisasi".

Ditegaskan sumber yang dikutip Tasnim dalam laporannya bahwa Iran belum memberitahu mediator Pakistan, yang terlibat dalam perundingan tidak langsung dengan AS, bahwa draf akhir untuk nota kesepahaman itu telah difinalisasi dan disepakati.

"Jika draf akhir tersebut benar-benar telah difinalisasi, Iran akan mengumumkan hal tersebut kepada mediator Pakistan dan publik. Hingga saat itu, klaim apa pun dari sumber-sumber Barat bahwa masalah ini telah mencapai finalisasi, tidak dapat dipercaya," tegas sumber yang dikutip Tasnim dalam laporannya.

Tonton juga video "Iran Berterima Kasih Kepada Meksiko yang Mau Tampung Timnas Mereka"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini