Tentara Israel Tewas Akibat Serangan Drone Hizbullah

Tentara Israel Tewas Akibat Serangan Drone Hizbullah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 28 Mei 2026 15:59 WIB
Ilustrasi tentara Israel di perbatasan Lebanon (Foto: dok. AFP)
Ilustrasi tentara Israel di perbatasan Lebanon (Foto: dok. AFP)
Jakarta -

Militer Israel mengatakan bahwa seorang tentaranya tewas akibat serangan drone Hizbullah di dekat perbatasan Lebanon. Dengan demikian, jumlah tentaranya yang tewas dalam perang dengan kelompok milisi yang didukung Iran tersebut, kini menjadi 24 orang.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/5/2026), militer Israel menyebutkan nama tentara tersebut sebagai Sersan Rotem Yanai yang berusia 20 tahun, yang tewas saat melakukan aktivitas operasional di Israel utara.

Ditambahkan bahwa satu tentara cadangan mengalami luka parah dan satu lagi luka sedang dalam insiden yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Militer Israel mengatakan kepada AFP, bahwa Yanai tewas akibat drone peledak Hizbullah.

Dalam ungkapan duka cita atas kematiannya, Menteri Keuangan Israel mengatakan satu-satunya cara untuk menghentikan serangan adalah dengan penghancuran besar-besaran di pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon, tempat Hizbullah berkuasa.

"Anda tahu bahwa satu-satunya cara, saat ini, untuk mencegah tentara kita terluka adalah dengan menghancurkan 10 bangunan di Dahiyeh, Beirut, untuk setiap drone," tulis Bezalel Smotrich di Telegram, ditujukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Untuk setiap drone yang menyerang salah satu tentara kita, kita harus menghancurkan seratus bangunan," tambah Menteri Keuangan sayap kanan Israel

itu.

Hal ini terjadi setelah militer Israel mengatakan telah memulai serangan baru pada Kamis pagi yang menargetkan "infrastruktur Hizbullah" di sekitar kota Tyre di Lebanon selatan, setelah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada penduduknya.

Sehari sebelumnya, Israel menyatakan semua wilayah di selatan Sungai Zahrani, Lebanon -- wilayah yang berjarak sekitar 40 kilometer (25 mil) dari perbatasan -- sebagai "zona tempur" dan memerintahkan penduduk untuk mengungsi menjelang serangan terhadap Hizbullah.

Sebanyak 24 warga Israel telah tewas sejak konflik tersebut dimulai pada 2 Maret lalu, termasuk 23 tentara dan satu kontraktor sipil.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon pada hari Rabu (27/5) melaporkan jumlah total korban tewas adalah 3.269 orang, meningkat 56 orang dari hari sebelumnya setelah serangan besar-besaran Israel.

Meskipun gencatan senjata diumumkan pada pertengahan April lalu, Israel terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon. Sementara Hizbullah kerap meluncurkan drone ke arah pasukan Israel dan ke arah wilayah Israel utara.

Tonton juga video "Serangan Israel Hantam Area Dekat Waduk Terbesar Lebanon"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait