Israel Targetkan Serangan ke Kepala Sayap Militer Hamas Baru

Israel Targetkan Serangan ke Kepala Sayap Militer Hamas Baru

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 27 Mei 2026 02:03 WIB
Israeli soldiers stand guard as Syrian Druze people cross back into Syria at the Israeli-Syrian border, in the Israeli-controlled Golan Heights town of Majdal Shams, Thursday, July 17, 2025. (AP Photo)
Foto: AP Photo/File
Jakarta -

Israel mengatakan pihaknya menargetkan serangan kepada kepala baru sayap bersenjata Hamas dalam serangan di Gaza pada hari Selasa. Hal ini dilakukan beberapa hari setelah pendahulunya tewas dalam serangan serupa.

"Di bawah arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, IDF baru saja melakukan serangan di Gaza yang menargetkan Mohammed Odeh -- komandan baru sayap militer organisasi teroris Hamas dan salah satu arsitek pembantaian 7 Oktober," demikian pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Netanyahu dan Katz, dilansir AFP, Rabu (27/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Odeh diangkat sebagai kepala Brigade Ezzedine Al-Qassam setelah pendahulunya, Ezzedine Al-Haddad, tewas dalam serangan di Gaza pada awal Mei.

Badan pertahanan sipil Gaza, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah Hamas, mengatakan bahwa seorang wanita telah tewas dalam serangan udara Israel di lingkungan Rimal di barat Kota Gaza.

"Odeh menjabat sebagai kepala intelijen Hamas selama pembantaian 7 Oktober dan diangkat sekitar seminggu yang lalu sebagai pengganti Ezzedine Al-Haddad," demikian pernyataan dari Netanyahu dan Katz.

"Odeh bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan cedera sejumlah warga sipil Israel dan tentara IDF," lanjutnya.

Setelah serangan 7 Oktober, Netanyahu berjanji untuk menargetkan dan melenyapkan dalang di balik serangan tersebut, yang menurut perhitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel, mengakibatkan kematian 1.221 orang.

Tanggapan balasan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 72.803 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggap angka-angka ini dapat diandalkan.

Sejak serangan lintas batas Hamas, militer dan dinas intelijen Israel telah melancarkan kampanye yang menargetkan para pemimpin politik senior dan komandan militan kelompok tersebut di Gaza dan di seluruh wilayah.

Selama perang yang dipicu oleh serangan Hamas, Israel telah mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan beberapa pemimpin Hamas, termasuk mantan kepala politik kelompok tersebut, Ismail Haniyeh.

Tentara Israel juga membunuh Yahya Sinwar, yang secara luas dianggap sebagai dalang utama di balik serangan 7 Oktober.

Mohammed Deif, komandan sayap bersenjata Hamas yang telah lama menjabat dan dianggap sebagai arsitek serangan tersebut, juga tewas selama perang.

Serangan Israel juga menargetkan agen Hamas di Lebanon, serta komandan senior Hizbullah yang didukung Iran dan bersekutu dengan kelompok tersebut, termasuk mantan kepala Hizbullah Hassan Nasrallah.

(azh/azh)


Berita Terkait