Iran Geram Situs Rudalnya Diserang AS: Langgar Gencatan Senjata!

Iran Geram Situs Rudalnya Diserang AS: Langgar Gencatan Senjata!

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 26 Mei 2026 23:27 WIB
bendera Iran
Foto: Bendera Iran. (dok)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) yang melakukan serangan terbaru ke wilayah Iran. Pihak Iran menilai AS melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Dilansir AFP, Selasa (26/5/2026), pernyataan itu muncul setelah Komando Pusat AS mengatakan pasukannya pada hari Senin menyerang situs rudal dan kapal di Iran selatan yang mencoba memasang ranjau di Teluk. Sementara Garda Revolusi Iran mengatakan mereka menembak pesawat AS yang mencoba memasuki wilayah udaranya.

"Tentara teroris AS, yang melanjutkan tindakan ilegal dan tidak beralasan sejak gencatan senjata... telah, dalam 48 jam terakhir, melakukan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata di wilayah Hormozgan," kata Kemlu Iran dalam sebuah pernyataan, Selasa (26/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teheran menyatakan tidak akan membiarkan kejahatan apa pun tanpa balasan dan tidak akan ragu untuk membela bangsa Iran.

Pernyataan pada hari Selasa itu disampaikan ketika delegasi tingkat tinggi Iran berada di Qatar untuk melakukan pembicaraan sebagai bagian dari 'proses diplomatik' yang bertujuan mengakhiri perang dengan Amerika Serikat, yang pecah pada 28 Februari.

Diketahui, militer AS mengumumkan serangan "bela diri" di Iran bagian selatan. Tindakan militer itu meliputi peluncuran rudal dan pemasangan ranjau yang dilakukan kapal AS.

Serangan dilakukan "untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran," tetapi pihak militer "menggunakan pengendalian diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung," kata Juru Bicara Komando Pusat Amerika Serikat Tim Hawkins dalam sebuah pernyataan.

Hanya saja, teknis pelaksanaan rencana tersebut masih belum tersedia. Juga, masih belum jelas bagaimana serangan ini akan berdampak pada pembicaraan yang sedang berlangsung antara kedua belah pihak.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Marco Rubio mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran masih mungkin meskipun militer AS melancarkan serangan baru terhadap Iran.

"Ada beberapa pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini, jadi kita lihat apakah kita bisa membuat kemajuan," kata Marco Rubio kepada jurnalis ketika kunjungan resmi ke India.

"Saya pikir ada banyak pembicaraan berulang tentang bahasa spesifik dalam dokumen awal, jadi akan memakan waktu beberapa hari," sambungnya. "Presiden telah menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan itu. Dia akan membuat kesepakatan yang bagus atau tidak ada kesepakatan sama sekali."

(fca/ygs)


Berita Terkait