Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan kabinet di tempat peristirahatan presiden, Camp David, pada Rabu waktu setempat. Momen rapat di Camp David yang jarang terjadi itu tepat saat proses kesepakatan AS dan Iran mengenai pembukaan Selat Hormuz memasuki fase kritis.
Dilansir AFP, Selasa (26/5/2026), momen langka itu disampaikan oleh pejabat Gedung Putih. Pilihan tempat peristirahatan terpencil di pegunungan Maryland, yang jarang dikunjungi Trump berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya, disebut mencerminkan sifat sensitif dari diskusi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
New York Post melaporkan bahwa Iran akan mendominasi pertemuan tersebut, yang diperkirakan akan dihadiri oleh semua anggota kabinet. Pejabat gedung putih tersebut menyebut bahwa pembahasan ekonomi juga termasuk dalam agenda.
Camp David telah menjadi lokasi perkembangan diplomatik penting yang dipimpin AS di masa lalu, termasuk kesepakatan tahun 1978 antara Israel dan Mesir di bawah Presiden Jimmy Carter dan KTT Israel-Palestina yang gagal pada tahun 2000 di bawah Bill Clinton.
Namun, selama kepemimpinannya, Trump jarang berkunjung ke sana. Ini akan menjadi kunjungan kedua Trump ke Camp David pada masa jabatan keduanya. Kunjungan pertama terjadi beberapa hari sebelum AS melancarkan serangan terhadap program nuklir Iran pada Juni 2025.
Selama masa jabatan pertamanya, Trump mengatakan bahwa ia telah membatalkan KTT yang direncanakan dengan para pemimpin Taliban di tempat peristirahatan tersebut setelah serangan terhadap pasukan AS.
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri perang Timur Tengah sudah dekat tetapi negosiasi masih tegang. Pemimpin AS itu memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran dapat dilanjutkan.
(fca/ygs)










































