Pemerintahan Presiden Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump semakin dekat dengan Iran untuk kesepakatan perpanjang waktu gencatan senjata hingga pembukaan kembali jalur perairan Selat Hormuz. Sejawat Trump dalam perang melawan Iran, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengaku susah mempengaruhi keputusan Trump dalam perang di Timur Tengah.
Dilansir CNN dan Axios, Minggu (24/5), Trump menyebut kesepakatan dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan. Trump mengatakan draf kesepakatan menunggu finalisasi dari AS, Iran dan beberapa negara.
"Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain," tulis Trump di Truth Social.
Trump menyebut dirinya telah berkomunikasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) hingga Raja Yordania Abdullah terkait kesepakatan itu. Dia menyebut kesepakatan itu segera diumumkan.
"Selain banyak elemen lain dari perjanjian tersebut, Selat Hormuz akan dibuka," tulis Trump.
Netanyahu Sulit Pengaruhi Trump
Beberapa hari kemudian, Netanyahu dilaporkan menghadapi kesulitan dalam mempengaruhi posisi Trump terhadap Iran. Pengakuan ini mencuat saat kesepakatan antara Washington dan Teheran, untuk mengakhiri perang, semakin dekat.
Laporan media-media lokal Israel, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (25/5), menyebut pengakuan Netanyahu itu disampaikan dalam sejumlah diskusi pemerintah yang digelar tertutup beberapa waktu terakhir.
Pengakuan semacam ini muncul saat negosiasi antara AS dan Iran tampaknya semakin mendekati kesepakatan yang bertujuan untuk mengakhiri perang.
Saluran televisi Israel, Channel 13, yang mengutip sumber politik anonim yang mengetahui persoalan tersebut, melaporkan bahwa Netanyahu menyatakan keprihatinan selama diskusi tertutup pemerintah mengenai kesepakatan AS-Iran yang sedang muncul.
Israel Tak Punya Manuver
Menurut laporan media Israel itu, Netanyahu mengakui bahwa Tel Aviv saat ini "tidak memiliki ruang untuk bermanuver" untuk mempengaruhi keputusan Trump.
Disebutkan laporan tersebut bahwa Kabinet Keamanan Israel terus menggelar rapat pada Minggu (24/5) malam di tengah meningkatnya laporan soal potensi kesepakatan AS-Iran akan segera tercapai.
Institusi-institusi keamanan Israel tetap siaga tinggi karena kekhawatiran bahwa kesepakatan tersebut dapat memberikan perlindungan politik kepada Iran, mengurangi tekanan ekonomi, dan membiarkan infrastruktur nuklir serta proksinya tetap utuh.
Laporan Channel 13 menyebut upaya diplomatik Israel di Washington dipimpin oleh mantan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, sementara AS melanjutkan negosiasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Aktivis Filipina membakar poster bergambar Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama protes menentang konflik AS-Israel dengan Iran, di tengah gencatan senjata selama dua minggu, di dekat Kedutaan Besar AS di Manila, Filipina, 9 April 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez) |
Channel 13 dalam laporannya, yang mengutip sumber-sumber Israel, juga menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menjadi "satu-satunya tokoh yang mampu menggagalkan kesepakatan tersebut".
Ditambahkan juga oleh Channel 13 dalam laporannya bahwa tokoh-tokoh yang dekat dengan Trump, termasuk Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan penasihat serta menantu Trump, Jared Kushmer, telah mendesak Presiden AS itu untuk memajukan kesepakatan tersebut.
Kekhawatiran Israel semakin meningkat bahwa upaya diplomatik pada akhirnya dapat menghasilkan kesepakatan yang dianggap Tel Aviv tidak cukup untuk mencegah Iran mengembangkan kemampuan nuklir di masa depan.
Pada Minggu (24/5), stasiun penyiaran publik Israel, KAN, mengutip sumber yang memahami persoalan yang mengatakan bahwa Netanyahu berbicara via telepon dengan Trump dan menyatakan keprihatinan atas penundaan tindakan terkait berkas nuklir Iran dan mengaitkan gencatan senjata Lebanon dengan Iran dalam kesepakatan yang sedang dirancang.
Simak juga Video Trump soal Tunda Serang Iran: Netanyahu Lakukan Apapun yang Saya Mau












































