Iran Tepis Kesepakatan dengan AS Segera Tercapai, Lho?

Iran Tepis Kesepakatan dengan AS Segera Tercapai, Lho?

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 25 Mei 2026 17:49 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei (dok. ATTA KENARE/AFP)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei (dok. ATTA KENARE/AFP)
Teheran -

Pemerintah Iran mengakui telah mencapai kemajuan dan kesepahaman dengan Amerika Serikat (AS) pada banyak isu dalam pembicaraan mengenai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Namun, Teheran memperingatkan bahwa kesepakatan belum akan tercapai dalam waktu dekat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dilansir AFP, Senin (25/5/2026), menanggapi laporan media Barat yang menyebut Iran dan AS semakin dekat untuk menandatangani kesepakatan yang mengatur perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Memang benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan pada sebagian besar isu yang sedang dibahas," kata Baghaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran pada Senin (25/5) waktu setempat.

"Tetapi untuk mengatakan bahwa ini berarti penandatanganan perjanjian sudah dekat -- tidak ada yang dapat menyampaikan klaim semacam itu," tegasnya, menuduh Washington mengubah posisinya.

Baghaei menekankan bahwa Iran akan terus mengelola lalu lintas maritim yang melintasi Selat Hormuz dengan mengenakan biaya layanan. Dia berargumen bahwa hal ini bukan berarti Teheran "berupaya memungut tarif tol".

Dia mengatakan bahwa "layanan yang diberikan -- layanan navigasi di samping langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi lingkungan Selat Hormuz", juga di Teluk Arab dan Laut Oman, "membutuhkan pengumpulan biaya tertentu".

Pernyataan Baghaei itu meredam harapan akan penyelesaian akhir yang cepat bagi perang Timur Tengah yang berdampak pada perekonomian global.

Laporan media Barat, terutama media AS seperti New York Times (NYT) dan Axios, sebelumnya menyebut Washington dan Teheran semakin dekat untuk menandatangani kesepakatan yang akan mengatur perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Laporan NYT yang didasarkan pada keterangan seorang pejabat AS, menyebut bahwa kesepakatan itu masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump dan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei -- proses yang dapat memakan waktu beberapa hari.

Sementara laporan Axios, yang mengutip seorang pejabat AS yang mengetahui draf kesepakatan itu, menyebut bahwa kesepakatan tersebut akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka kembali Selat Hormuz, yang secara efektif ditutup oleh Teheran selama perang.

Berdasarkan draf nota kesepahaman, Iran akan membersihkan ranjau dari Selat Hormuz dan mengizinkan kapal-kapal untuk lewat tanpa pungutan tol.

Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran dan memberlakukan pengecualian sanksi terbatas yang memungkinkan Teheran untuk menjual minyak secara bebas selama periode 60 hari.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan di sela-sela kunjungan ke India pada Senin (25/5) bahwa akan ada kabar "kemungkinan hari ini" terkait perundingan untuk mengakhiri perang.

Dia menyebut "pekerjaan masih berlangsung", namun ada "hal cukup solid" di atas meja perundingan yang dimediasi oleh Pakistan.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait