Putin Bakal Bertemu Xi Jinping di China: Undangan Sahabat Baik Saya

Putin Bakal Bertemu Xi Jinping di China: Undangan Sahabat Baik Saya

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Mei 2026 11:54 WIB
Pertemuan Putin dan Xi Jinping di Beijing pada September 2025 (dok. Alexander KAZAKOV/POOL/AFP)
Pertemuan Putin dan Xi Jinping di Beijing pada September 2025 (dok. Alexander KAZAKOV/POOL/AFP)
Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan selama dua hari di China pekan ini. Putin akan melakukan pertemuan tatap muka dengan Presiden Xi Jinping, yang beberapa hari lalu baru saja melakukan pertemuan serupa dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Penasihat Kremlin, Yury Ushakov, seperti dilansir kantor berita TASS, Selasa (19/5/2026), mengatakan bahwa kunjungan Putin pada 19-20 Mei ke Beijing akan diwarnai agenda-agenda yang sangat intensif.

Putin akan bertemu langsung dengan Xi, di mana keduanya akan melakukan pembicaraan Rusia-China dalam format yang sempit maupun luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan Kremlin bahwa kedua pemimpin akan bersama-sama meluncurkan program pendidikan lintas tahun, juga membahas isu-isu global yang paling mendesak "sambil minum teh".

Putin juga akan melakukan beberapa pertemuan lainnya, termasuk pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang yang berfokus pada isu perdagangan dan ekonomi.

Dalam pernyataan video yang dirilis menjelang kunjungan ke China, Putin menjelaskan pentingnya kunjungannya kali ini.

"Saya sangat senang dapat mengunjungi Beijing sekali lagi atas undangan sahabat baik saya sejak lama, Presiden Republik Rakyat China, Xi Jinping," ucapnya.

"Kunjungan timbal balik secara berkala dan pembicaraan tingkat tinggi Rusia-China merupakan bagian penting dan integral dari upaya kita bersama untuk mempromosikan seluruh rangkaian hubungan antara kedua negara kita dan membuka potensi tak terbatasnya," cetus Putin.

Dia kemudian memuji hubungan Rusia dan China yang disebutnya mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Saya sangat menghargai komitmen Presiden Xi Jinping untuk bekerja sama dalam jangka panjang dengan Rusia," kata Putin dalam pernyataannya.

Hubungan kemitraan strategis Rusia dan China, yang dibangun selama 25 tahun sejak penandatanganan Perjanjian Bertetangga yang Baik, dapat dianggap sebagai contoh bagi negara-negara tetangga keduanya. Hal ini telah berulang kali ditekankan oleh para pemimpin kedua negara, dan itulah sebabnya pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara digelar cukup sering.

Terlepas dari itu, kunjungan Putin ini dilakukan sekitar empat hari usai Trump berkunjung ke Beijing, yang merupakan kunjungan pertama bagi seorang Presiden AS ke China selama hampir satu dekade terakhir. Kunjungan Trump itu dilakukan di tengah ketegangan AS-China, terutama dalam isu perdagangan.

Tonton juga video "Putin Jadi Sopir Pribadi, Jemput Mantan Guru Pakai Mobil Mewah"

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Berita Terkait