Drone Rusia Hantam Kapal Kargo China di Laut Hitam

Drone Rusia Hantam Kapal Kargo China di Laut Hitam

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Mei 2026 15:31 WIB
Drone Shahed yang dirancang Iran dan digunakan Rusia mengudara di langit Kyiv, ibu kota Ukraina pada Desember 2025 (dok. Sergei Supinsky/AFP)
Drone Shahed yang dirancang Iran dan digunakan Rusia mengudara di langit Kyiv, ibu kota Ukraina pada Desember 2025 (dok. Sergei Supinsky/AFP)
Kyiv -

Ukraina mengklaim bahwa sebuah drone Rusia menghantam sebuah kapal kargo China di perairan Laut Hitam. Insiden itu terjadi sehari sebelum Presiden Vladimir Putin terbang ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Laporan serangan drone Rusia terhadap kapal kargo China itu, seperti dilansir AFP, Senin (18/5/2026), disampaikan langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pernyataan via media sosial pada Senin (18/5) waktu setempat.

"Drone-drone menghantam Odesa ... dan salah satu UAV (kendaraan udara tak berawak atau drone-red) menghantam sebuah kapal milik China. Rusia tidak mungkin tidak mengetahui kapal apa yang ada di lautan," ucap Zelensky dalam pernyataannya.

Juru bicara Angkatan Laut Ukraina mengatakan secara terpisah kepada AFP bahwa tidak ada awak kapal -- semua ABK berkewarganegaraan China -- yang terluka akibat serangan drone itu dan kapal tersebut telah melanjurkan kembali pelayarannya.

Angkatan Laut Ukraina dalam pernyataannya, seperti dilansir Turkiye Today, menyebut bahwa kapal kargo China yang dihantam serangan drone Rusia itu bernama KSL Deyang, yang dimiliki Beijing dan belayar dengan bendera Kepulauan Marshall.

Serangan drone itu, menurut Angkatan Laut Ukraina, terjadi di lepas pantai Ukraina pada Senin (18/5) dini hari waktu setempat. Disebutkan bahwa kebakaran sempat terjadi di kapal kargo itu dan para awak berhasil memadamkan api.

Otoritas Kyiv mempertanyakan motif Moskow menargetkan kapal dan awak kapal China tersebut, terlebih karena Putin dijadwalkan mengunjungi Beijing pekan ini.

KSL Deyang disebut sedang dalam perjalanan ke pelabuhan Pivdennyi di wilayah Odesa, Ukraina, untuk menjemput muatan konsentrat bijih besi ketika dihantam serangan drone. Saat serangan terjadi, kapal kargo itu berlayar tanpa membawa muatan. Kerusakan yang terjadi dilaporkan minimal.

"Menarik untuk mengetahui apa yang memotivasi Rusia ketika mereka memutuskan untuk 'menargetkan" kapal dagang China dengan drone 'Shahed' di laut kita malam ini," kata juru bicara Angkatan Laut China Ukraina, Dmytro Pletenchuk.

"Tidak ada korban jiwa, tetapi ini adalah sesuatu yang baru, 'Kesalahan besar telah terjadi', kawan?" imbuhnya.

Dalam pernyataan terpisah, Pletenchuk melontarkan sindiran untuk Rusia: "Dengan sengaja menyerang kapal China dengan awak China sebelum perjalanan ke China. Itulah yang disebut diplomasi Moskow?"

Otoritas Rusia atau Kremlin belum memberikan tanggapan langsung atas laporan tersebut. Pemerintah China juga belum berkomentar.

Lihat juga Video Detik-detik Drone Rusia Hantam Situs Warisan Dunia Lviv Siang Bolong, 22 Orang Terluka

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait