Rusia Gelar Latihan Nuklir Bareng Belarusia

Rusia Gelar Latihan Nuklir Bareng Belarusia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Mei 2026 17:09 WIB
Rusia menguji coba rudal Sarmat yang mampu membawa hulu ledak nuklir pada 12 Mei lalu (dok. AFP PHOTO/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY)
Rusia menguji coba rudal Sarmat yang mampu membawa hulu ledak nuklir pada 12 Mei lalu (dok. AFP PHOTO/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY)
Minsk -

Rusia dan Belarusia menggelar latihan nuklir bersama pada Senin (18/5). Latihan nuklir ini dilakukan di tengah kebuntuan dengan aliansi militer NATO dan dengan Amerika Serikat (AS) terkait pengendalian senjata nuklir.

Latihan nuklir ini digelar setelah Rusia mengerahkan Oreshnik, rudal hipersonik yang memiliki kemampuan nuklir terbaru, ke wilayah Belarusia sejak tahun lalu. Pengerahan itu dinilai meningkatkan pertaruhan dalam persaingan antara Moskow dengan aliansi negara-negara Barat.

Kementerian Pertahanan Belarusia dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (18/5/2026), menegaskan bahwa latihan nuklir itu tidak secara khusus menargetkan negara ketiga.

"Selama latihan, telah direncanakan untuk mempraktikkan isu-isu terkait pengiriman amunisi nuklir dan persiapan penggunaannya dalam kerja sama dengan pihak Rusia," sebut Kementerian Pertahanan Belarusia.

Latihan yang telah dijadwalkan sebelumnya itu, sebut Kementerian Pertahanan Belarusia, "tidak ditujukan terhadap negara ketiga dan tidak menimbulkan ancaman terhadap keamanan di kawasan tersebut.

Ditambahkan oleh Kementerian Pertahanan Belarusia bahwa pasukan udara dan pasukan rudal dilibatkan dalam latihan nuklir gabungan tersebut.

Belarusia yang merupakan negara Eropa Timur yang diperintah selama lebih dari 30 tahun oleh Alexander Lukashenko, sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, sangat bergantung pada Moskow secara ekonomi dan militer.

Latihan nuklir ini digelar setelah pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memerintahkan pasukan militer negaranya untuk memperkuat perbatasan dengan Belarusia di sebelah utara, dengan alasan Rusia sedang mempersiapkan serangan baru dari sana.

Zelensky pada saat itu menyebut Moskow, yang menggunakan Belarusia sebagai pangkalan untuk invasinya pada tahun 2022, ingin menyeret negara bekas Uni Soviet itu lebih dalam ke perang.

Putin, yang menghadapi serangkaian kemunduran dalam invasi yang telah berlangsung lebih dari empat tahun, telah berulang kali menggunakan retorika nuklir ketika Barat meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina.

Pekan lalu, Moskow menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM), Sarmat, yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Uji coba itu dilakukan beberapa bulan setelah perjanjian pembatasan nuklir dengan AS berakhir.

Berakhirnya perjanjian New START pada Februari lalu secara resmi membebaskan Rusia dan AS -- dua kekuatan nuklir terbesar di dunia -- dari sejumlah pembatasan.

Lihat juga Video: Usai Batal Bertemu Trump, Putin Pantau Militernya Latihan Nuklir

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait