5 Berita Terpopuler Internasional

5 Berita Terpopuler Internasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 18 Mei 2026 18:03 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Presiden AS Donald Trump (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman pada Iran. Trump mengingatkan Iran bahwa "tidak akan ada yang tersisa dari mereka," jika Teheran tidak segera menyetujui kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.

"Bagi Iran, Waktu Terus Berjalan, dan mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka," tulis Trump di platform Truth Social miliknya. "WAKTU SANGAT PENTING!" imbuhnya, dilansir Al Arabiya, Senin (18/5/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (18/5/2026):

- Drone Rusia Hantam Kapal Kargo China di Laut Hitam

Ukraina mengklaim bahwa sebuah drone Rusia menghantam sebuah kapal kargo China di perairan Laut Hitam. Insiden itu terjadi sehari sebelum Presiden Vladimir Putin terbang ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Laporan serangan drone Rusia terhadap kapal kargo China itu, seperti dilansir AFP, Senin (18/5/2026), disampaikan langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pernyataan via media sosial pada Senin (18/5) waktu setempat.

"Drone-drone menghantam Odesa ... dan salah satu UAV (kendaraan udara tak berawak atau drone-red) menghantam sebuah kapal milik China. Rusia tidak mungkin tidak mengetahui kapal apa yang ada di lautan," ucap Zelensky dalam pernyataannya.

- Tabrakan Maut Kereta-Bus di Bangkok, Masinis Positif Narkoba

Masinis kereta barang yang bertabrakan dengan bus di Bangkok, ibu kota Thailand dinyatakan positif menggunakan narkoba. Polisi mengatakan bahwa dia didakwa dengan mengemudi secara sembrono.

Kereta barang tersebut menabrak bus pada Sabtu (16/5) sore lalu di persimpangan jalan yang ramai di Bangkok. Delapan orang tewas dan 30 orang lainnya luka-luka dalam tabrakan yang menyebabkan bus terbakar itu.

Dilansir kantor berita AFP, Senin (18/5/2026), polisi mendakwa masinis kereta, yang juga terluka, dan seorang penjaga perlintasan kereta api dengan kelalaian yang menyebabkan cedera dan kematian. Demikian disampaikan Urumporn Koondejsumrit, kepala kantor polisi setempat di mana kecelakaan itu terjadi.

- Mulai dari Nuklir Dibatasi-Uranium Disita, Ini 5 Syarat AS untuk Iran

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menetapkan lima syarat utama untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Syarat-syarat Washington itu mencakup pembatasan fasilitas nuklir Teheran dan pasokan uranium Iran diserahkan kepada AS.

Persyaratan AS untuk Iran itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (18/5/2026), diungkapkan oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, dalam laporannya pada Minggu (17/5) waktu setempat.

Salah satu syarat yang ditetapkan Washington, menurut media Fars News Agency, menyatakan bahwa AS "hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran untuk tetap beroperasi".

- Viral Kursi Xi Jinping Lebih Tinggi dari Trump, Disengaja?

Sebuah video pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Beijing menjadi viral di internet. Para pengguna media sosial membahas soal kursi yang diduduki Xi Jinping tampak lebih tinggi dari kursi Trump dalam pertemuan yang berlangsung pekan lalu.

Sejumlah pengguna media sosial, seperti dilansir The Economic Times, Senin (18/5/2026), memperdebatkan apakah Trump sengaja dibuat tampak lebih pendek selama pertemuan tersebut.

Dalam rekaman video yang viral, Xi tampak duduk di sofa yang sedikit lebih tinggi saat bertemu Trump. Hal tersebut memicu berbagai spekulasi di media sosial X dan platform media sosial lainnya.

- Trump Ancam Iran: Setujui Kesepakatan atau Tak Akan Ada yang Tersisa!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman pada Iran. Trump mengingatkan Iran bahwa "tidak akan ada yang tersisa dari mereka," jika Teheran tidak segera menyetujui kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.

"Bagi Iran, Waktu Terus Berjalan, dan mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka," tulis Trump di platform Truth Social miliknya. "WAKTU SANGAT PENTING!" imbuhnya, dilansir Al Arabiya, Senin (18/5/2026).

Menurut laporan media Axios yang mengutip dua pejabat AS, Trump dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan di Ruang Situasi, Gedung Putih dengan tim keamanan nasional utamanya pada hari Selasa (19/5) waktu setempat, untuk membahas opsi militer terhadap Iran.

Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: Kecelakaan Maut Bus ALS, Predator Santriwati Ditangkap

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait