Tabrakan Maut Kereta-Bus di Bangkok, Masinis Positif Narkoba

Tabrakan Maut Kereta-Bus di Bangkok, Masinis Positif Narkoba

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 18 Mei 2026 14:54 WIB
Tabrakan kereta barang dengan bus di Bangkok, Thailand (Foto: Getty Images/Lauren DeCicca)
Tabrakan kereta barang dengan bus di Bangkok, Thailand (Foto: Getty Images/Lauren DeCicca)
Jakarta -

Masinis kereta barang yang bertabrakan dengan bus di Bangkok, ibu kota Thailand dinyatakan positif menggunakan narkoba. Polisi mengatakan bahwa dia didakwa dengan mengemudi secara sembrono.

Kereta barang tersebut menabrak bus pada Sabtu (16/5) sore lalu di persimpangan jalan yang ramai di Bangkok. Delapan orang tewas dan 30 orang lainnya luka-luka dalam tabrakan yang menyebabkan bus terbakar itu.

Dilansir kantor berita AFP, Senin (18/5/2026), polisi mendakwa masinis kereta, yang juga terluka, dan seorang penjaga perlintasan kereta api dengan kelalaian yang menyebabkan cedera dan kematian. Demikian disampaikan Urumporn Koondejsumrit, kepala kantor polisi setempat di mana kecelakaan itu terjadi.

Keduanya membantah dakwaan tersebut, kata Urumporn kepada AFP.

Urumporn mengatakan tes urine awal pada masinis menemukan adanya narkoba dalam tubuhnya, tanpa menyebutkan zat tersebut. Pengujian lebih lanjut akan mencakup masinis lain dan seorang teknisi yang berada di dalam kereta.

Gambar-gambar di media sosial pada hari Sabtu (16/5) lalu menunjukkan kereta mendekati perlintasan sebidang dengan kecepatan sedang, sebelum bertabrakan dengan bus, yang berada di rel dan terjebak dalam kemacetan.

Kepala polisi Bangkok, Siam Boonsom, mengatakan pada hari Minggu (17/5), bahwa terjadi kemacetan lalu lintas di perlintasan tersebut setiap hari, tetapi tidak pernah terjadi kecelakaan.

Polisi sedang meninjau rekaman kejadian untuk menentukan apakah petugas perlintasan lalai, katanya kepada wartawan.

"Kami melihat petugas memegang bendera merah yang berarti rel tidak aman, tetapi kami juga melihat bahwa kereta tidak berhenti atau melambat, menyebabkan kecelakaan," kata Siam.

Rekaman lokasi kecelakaan pada hari-hari lain menunjukkan kendaraan berhenti di rel, dengan petugas mengibarkan bendera merah untuk memberi sinyal kepada kereta yang datang agar berhenti sampai lalu lintas lancar, katanya.

Pihak berwenang juga sedang menyelidiki kecepatan kereta dan jarak pengeremannya, tambah Siam.

Layanan darurat setempat mengatakan delapan orang tewas dan 30 luka-luka, dengan 17 orang masih dirawat di rumah sakit hingga Minggu malam.

Jumlah korban luka tersebut diturunkan dari laporan awal polisi pada hari Sabtu lalu yang menyebutkan 35 orang luka.

Simak juga Video 'WN China Diserang Gerombolan Bermotor Pengguna Narkoba di Bandung':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait