Rusia Uji Coba Rudal Jarak Jauh Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir

Rusia Uji Coba Rudal Jarak Jauh Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 13 Mei 2026 13:12 WIB
Uji coba rudal Sarmat buatan Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir (AFP PHOTO/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY)
Uji coba rudal Sarmat buatan Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir (AFP PHOTO/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY)
Moskow -

Rusia menggelar uji coba terbaru melibatkan rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir pada Selasa (12/5). Uji coba rudal ini digelar beberapa bulan setelah perjanjian yang membatasi persenjataan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) berakhir.

Berakhirnya perjanjian bernama New START pada Februari lalu, seperti dilansir AFP, Rabu (13/5/2026), secara resmi membebaskan kedua negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia itu dari sejumlah pembatasan.

Uji coba rudal Rusia itu diumumkan langsung oleh Presiden Vladimir Putin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah sistem rudal paling ampuh di dunia," klaim Putin setelah menerima laporan keberhasilan peluncuran rudal Sarmat, yang merupakan jenis rudal balistik antarbenua (ICBM).

ADVERTISEMENT

Putin mengatakan rudal tersebut mampu membawa hulu ledak yang lebih kuat empat kali lipat daripada rudal apa pun yang dimiliki militer Barat. Ditambahkan oleh Putin bahwa rudal Sarmat akan diterjunkan dalam "tugas tempur" pada akhir tahun ini.

Pemimpin Rusia itu telah berulang kali mengatakan bahwa rudal tersebut akan dikerahkan pada akhir tahun, sejak uji coba pertama digelar pada tahun 2022 lalu, namun rencana tersebut belum terwujud.

Rudal Sarmat, yang disebut sebagai "Satan II" oleh NATO, merupakan rudal ICBM pertama yang diproduksi di Rusia pasca-Uni Soviet yang diklasifikasikan sebagai "super berat".

Uji coba rudal Sarmat buatan Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir (AFP PHOTO/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY)Uji coba rudal Sarmat buatan Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir (AFP PHOTO/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY) Foto: AFP PHOTO/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY

Rudal jarak jauh itu disebut mampu menempuh jarak hingga 35.000 kilometer.

Laporan kantor berita TASS menyebut Kremlin telah memberi tahu AS tentang peluncuran rudal tersebut. Namun belum ada tanggapan langsung dari Washington soal uji coba tersebut.

Meskipun Moskow dan Washington sepakat untuk membangun kembali dialog militer tingkat tinggi tak lama setelah New START berakhir, namun sejauh ini tidak ada tanda-tanda langsung untuk memperbarui atau memperpanjangnya.

Tonton juga video "Jet Tempur Rusia Warnai Parade Victory Day di Moskow"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini