Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan untuk meluncurkan kembali operasi militer terhadap Iran dengan nama berbeda jika gencatan senjata kolaps. Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee mengungkapkan Israel mengirim pertahanan udara Iron Dome ke Uni Emirat Arab (UEA) selama perang Iran.
Para pejabat AS sedang membahas penggantian nama operasi militer terhadap Iran, yang sebelumnya disebut "Operasi Epic Fury", jika Trump memutuskan untuk memulai kembali operasi tempur skala besar. Salah satu nama baru yang muncul adalah "Operasi Sledgehammer".
Sementara itu, Huckabee saat berbicara dalam sebuah konferensi di Tel Aviv University pada Selasa (12/5) mengatakan bahwa baterai pertahanan udara Iron Dome, beserta para personel yang mengoperasikannya, dikerahkan ke UEA selama pertempuran melawan Iran berlangsung beberapa bulan lalu.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (13/5/2026):
- Trump Pertimbangkan 'Operasi Sledgehammer' Jika Perang Iran Berlanjut
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan kembali operasi militer terhadap Iran dengan nama yang berbeda, salah satunya "Operasi Sledgehammer", jika gencatan senjata rapuh yang diberlakukan sejak awal April kolaps.
Laporan media AS NBC News, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (13/5/2026), menyebutkan bahwa para pejabat AS sedang membahas penggantian nama operasi militer terhadap Iran, yang sebelumnya disebut "Operasi Epic Fury", jika Trump memutuskan untuk memulai kembali operasi tempur skala besar.
NBC News melaporkan bahwa pembahasan itu mencerminkan semakin meningkatnya harapan di dalam pemerintahan Trump soal perang dengan Iran dapat berlanjut di tengah upaya diplomatik yang terhenti dan ketegangan yang terus berlanjut di Selat Hormuz.
- Terungkap! Israel Kirim Iron Dome ke Uni Emirat Arab Saat Perang Iran
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, mengungkapkan bahwa Israel mengirimkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA) selama perang melawan Iran berkecamuk.
Informasi tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (13/5/2026), diungkapkan oleh Huckabee saat berbicara dalam sebuah konferensi di Tel Aviv University pada Selasa (12/5) waktu setempat. Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari otoritas UEA terkait pernyataan Huckabee tersebut.
Dikatakan oleh Huckabee bahwa baterai pertahanan udara Iron Dome, beserta para personel yang mengoperasikannya, dikerahkan ke UEA selama pertempuran melawan Iran berlangsung beberapa bulan lalu.
- Rusia Uji Coba Rudal Jarak Jauh Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir
Rusia menggelar uji coba terbaru melibatkan rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir pada Selasa (12/5). Uji coba rudal ini digelar beberapa bulan setelah perjanjian yang membatasi persenjataan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) berakhir.
Berakhirnya perjanjian bernama New START pada Februari lalu, seperti dilansir AFP, Rabu (13/5/2026), secara resmi membebaskan kedua negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia itu dari sejumlah pembatasan.
Uji coba rudal Rusia itu diumumkan langsung oleh Presiden Vladimir Putin.
- Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran Membengkak Jadi Rp 506 T
Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa biaya perang melawan Iran telah meningkat menjadi hampir US$ 29 miliar, atau setara Rp 506,9 triliun, sejauh ini. Konflik yang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari lalu.
Membengkaknya biaya perang itu diungkapkan saat Presiden AS Donald Trump menghadapi pengawasan yang semakin ketat di dalam negara atas konflik tersebut dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS.
Besarnya biaya perang melawan Iran itu, seperti dilansir AFP, Rabu (13/5/2026), diungkapkan dalam rapat anggaran di Capitol Hill, atau kompleks parlemen AS, pada Selasa (12/5) waktu setempat. Angka tersebut tercatat lebih tinggi sekitar US$ 4 miliar (Rp 69,9 triliun) dari perkiraan Pentagon sebelumnya yang disampaikan dua minggu lalu.
- Iran Tetapkan 5 Syarat Jika AS Ingin Lanjut Berunding
Iran menegaskan tidak akan memasuki putaran kedua perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) kecuali lima syarat, yang ditetapkan Teheran untuk membangun kepercayaan dengan Washington, terpenuhi.
Penegasan itu, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Rabu (13/5/2026), disampaikan oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, yang mengutip seorang sumber yang mengetahui informasi tersebut, dalam laporannya pada Selasa (12/5).
Sumber tersebut mengatakan bahwa Iran menganggap syarat-syarat itu sebagai "jaminan minimum" yang diperlukan untuk memulai negosiasi baru dengan AS.
Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Kecelakaan Maut Bus ALS, Predator Santriwati Ditangkap











































