Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa pengerahan pasukan Prancis ke Selat Hormuz "tidak pernah dipertimbangkan" tanpa adanya "koordinasi dengan Iran". Penegasan ini disampaikan setelah Teheran memperingatkan bahwa kehadiran kapal Prancis di Selat Hormuz akan direspons secara tegas.
Macron dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (11/5/2026), juga menegaskan kesiapan Prancis untuk mendukung upaya-upaya yang bertujuan memulihkan lalu lintas maritim di jalur perairan strategis tersebut, saat kapal induk Charles de Gaulle berlayar ke Laut Merah bagian selatan.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (11/5/2026):
- Ada soal Kompensasi-Selat Hormuz di Proposal Iran yang Ditolak Trump
Iran mengajukan proposal balasan untuk merespons rencana perdamaian yang diajukan Amerika Serikat (AS). Dalam proposalnya, Iran menuntut kompensasi penuh atas kerusakan perang dari AS dan menekankan agar kedaulatan Teheran atas Selat Hormuz Diakui.
Proposal terbaru Iran itu, seperti dilaporkan Press TV dan Anadolu Agency, Senin (11/5/2026), juga menuntut dicabutnya semua sanksi yang menjerat Teheran dan pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Proposal balasan Teheran itu diajukan melalui mediator Pakistan dan diteruskan kepada AS pada Minggu (10/5) waktu setempat.
- Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara
Mantan Perdana Menteri (PM) Thailand, Thaksin Shinawatra, dibebaskan lebih awal dari penjara di Bangkok, ibu kota Thailand pada hari Senin (11/5).
Miliarder telekomunikasi berusia 76 tahun itu telah menjalani hukuman delapan bulan dari vonis satu tahun penjara karena korupsi. Dia akan diwajibkan mengenakan alat pemantau elektronik selama masa percobaan empat bulannya.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (11/5/2026), Thaksin memeluk anggota keluarganya di luar penjara, di mana ratusan pendukung yang mengenakan kemeja merah khas mereka, berkumpul. Beberapa di antaranya meneriakkan "kami mencintai Thaksin".
- Netanyahu Bilang Perang Iran Belum Berakhir, Uranium Harus Dihilangkan
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasokan uranium yang diperkaya milik Iran harus "dihilangkan", sebelum perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran dapat dianggap berakhir.
(ita/ita)