Langkah pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merilis kumpulan dokumen rahasia terkait laporan penampakan objek terbang tak teridentifikasi (UFO) menuai kritikan. Seorang politisi AS menilai langkah itu sebagai "propaganda" dan pengalihan dari kasus penjahat seks Jeffrey Epstein.
Pentagon atau Departemen Pertahanan AS merilis 162 dokumen rahasia, yang mendokumentasikan laporan penampakan UFO, pada Jumat (8/5) pagi waktu setempat. Selain dari Pentagon, dokumen rahasia itu berasal dari Biro Investigasi Federal (FBI), Departemen Luar Negeri, dan Badan Antariksa AS (NASA).
Dokumen tersebut dapat diakses oleh publik pada situs resmi Pentagon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi AS bernama Marjorie Taylor Greene, yang merupakan mantan anggota parlemen dari Partai Republik itu, seperti dilansir The Hill, Sabtu (9/5/2026), menyampaikan kritikan terhadap langkah Pentagon merilis dokumen rahasia itu dalam pernyataan via media sosial X.
"Saya sangat muak dengan propaganda 'lihat objek berkilau' sementara mereka mengobarkan perang di luar negeri, membiarkan pemerkosa dan pedofil berkeliaran bebas, dan merusak nilai dolar kita," tulis Greene, yang mantan sekutu Trump, dalam pernyataannya.
"Kecuali mereka menampilkan alien hidup dan menguji coba UFO atau benar-benar mengakui apa yang kita ketahui sebenarnya, maka saya punya hal yang jauh lebih baik dilakukan pada hari Jumat ini," imbuhnya.
Politisi Partai Republik asal negara bagian Georgia itu kemudian menyinggung soal dokumen kasus Epstein yang belum dirilis sepenuhnya oleh pemerintahan Trump, sesuai undang-undang yang diloloskan parlemen AS.
"Pemerintahan paling transparan dalam sejarah masih belum merilis semua dokumen Epstein atau menangkap siapa pun, tetapi merilis beberapa dokumen UFO hari ini sehingga Anda akan sangat bersemangat sehingga lupa bahwa Anda membayar lebih dari US$ 4,50/galon karena mereka sedang berperang lagi di luar negeri yang mereka katakan tidak akan mereka lakukan kembali," sindir Greene.
Greene merupakan salah satu di antara sedikit politisi Partai Republik di DPR AS yang mendukung dirilisnya dokumen kasus Epstein.
Departemen Kehakiman AS (DOJ), di bawah Trump, merilis dokumen Epstein secara bertahap namun dengan sangat lambat. Padahal Undang-undang Transparansi Dokumen Epstein memerintahkan dirilisnya semua dokumen secara serentak. Pemerintahan Trump merilis dokumen Epstein dalam beberapa bulan, dengan banyak isinya telah disensor.
Sedangkan harga yang disinggung Greene dalam postingannya merujuk pada kenaikan tajam harga bahan bakar di AS sejak perang Iran pecah.
Menanggapi dirilisnya dokumen rahasia soal UFO oleh Pentagon, Trump menyambut baik. Dia bahkan menyindir pemerintahan AS sebelumnya, yang disebutnya tidak transparan mengenai hal semacam itu.
"Sementara pemerintahan-pemerintahan sebelumnya gagal bersikap transparan mengenai masalah ini, dengan dokumen dan video baru ini, masyarakat dapat memutuskan sendiri, 'APA YANG SEBENARNYA TERJADI?" kata Trump dalam komentarnya.
Simak juga Video 'Rencana Trump Buka Hasil Temuan UFO Besar-besaran':











































