Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan pertahanan udaranya mencegat rentetan serangan udara yang terdeteksi diluncurkan dari wilayah Iran pada Jumat (8/5) waktu setempat. Sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir Al Arabiya dan The National, Sabtu (9/5/2026), mengatakan bahwa sedikitnya dua rudal balistik dan tiga drone, yang menurut UEA ditembakkan oleh Iran, dicegat oleh sistem pertahanan udara negaranya pada Jumat (8/5).
Disebutkan oleh Kementerian Pertahanan UEA bahwa tiga orang mengalami luka-luka sedang.
Namun tidak diungkapkan lebih lanjut oleh Kementerian Pertahanan UEA soal lokasi serangan atau detail lebih lanjut tentang para korban luka.
Otoritas UEA merilis peringatan pada Jumat (8/5) pagi, pukul 06.43 waktu setempat, yang isinya mengumumkan bahwa negara itu sedang merespons ancaman.
Warga UEA kemudian diimbau untuk tetap berada di tempat yang aman dan menunggu informasi terbaru dari saluran-saluran resmi pemerintah.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak perang pecah pada 28 Februari lalu, saat Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Gempuran itu dibalas Teheran dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, termasuk UEA.
Sejak perang meletus, UEA telah mempertahankan diri dari sedikitnya 551 rudal balistik, 29 rudal jelajah, dan 2.263 drone.
(nvc/idh)