Iran Bantah Luncurkan Rudal Balistik ke UEA, Terus Siapa?

Iran Bantah Luncurkan Rudal Balistik ke UEA, Terus Siapa?

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 19 Agu 2026 11:44 WIB
Ilustrasi bendera Iran (Foto: AFP)
Ilustrasi bendera Iran (Foto: AFP)
Jakarta -

Pemerintah Iran membantah meluncurkan rudal ke arah Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Selasa (18/8). Bantahan ini disampaikan setelah setelah Abu Dhabi menuduh Teheran menembakkan dua rudal balistik ke wilayahnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei "dengan tegas menolak klaim Uni Emirat Arab bahwa Iran telah meluncurkan rudal ke arah negara itu", dan menyebutnya merusak kepercayaan dan upaya keamanan regional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, pemerintah UEA menuduh Iran menembakkan dua rudal balistik ke wilayahnya. Ini menandai pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, Kementerian Pertahanan UEA mendeteksi rentetan rudal yang melesat ke negara tersebut.

Kementerian Pertahanan UEA, seperti dilansir AFP, Rabu (19/8/2026), melaporkan bahwa kedua rudal yang ditembakkan Iran itu sama-sama jatuh ke lautan.

"Sistem pertahanan udara UEA mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran ke arah negara ini," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan UEA via media sosial X.

"Rudal pertama jatuh di luar perairan teritorial negara ini, sedangkan rudal kedua jatuh di dalam perairan teritorial," demikian pernyataan tersebut.

Tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan akibat serangan dua rudal tersebut.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Kementerian Pertahanan UEA menegaskan negara Teluk itu "tetap sepenuhnya siap dan siaga untuk merespons segala ancaman, dan menindak tegas setiap upaya yang bertujuan mengganggu keamanan negara".

Usai serangan rudal itu, pemerintah UEA menghentikan seluruh perdagangan, hubungan komersial dan transaksi keuangan dengan Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri UEA, Afra Al Hameli, menegaskan kembali komitmen UEA terhadap dialog, kerja sama, dan integrasi regional untuk memajukan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan tersebut.

"Namun, mengingat eskalasi regional yang merusak perdamaian dan keamanan regional dan internasional, semua perdagangan, hubungan komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran telah dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata Al Hameli dalam pernyataan di media sosial X, dilansir media Al Arabiya, Rabu (19/8/2026).

Ia menekankan bahwa UEA tetap "berkomitmen teguh untuk menjaga integritas sistem keuangan internasional, sesuai dengan hukum internasional dan standar global tertinggi."

Simak juga Video: Kilang Minyak UEA Diserang, Iran Sebut AS Dalangnya

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini