Uni Emirat Arab (UEA) kembali mencegat serangan rudal dan drone di wilayahnya pada Jumat (8/5) pagi waktu setempat. Ini terjadi seiring gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terancam usai aksi saling serang.
Kementerian Pertahanan UEA, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Jumat (8/5/2026), mengumumkan bahwa pertahanan udara negara tersebut "terlibat secara aktif" dalam mencegat serangan rudal dan drone pada Jumat (8/5).
Otoritas UEA kemudian mengimbau warga untuk tidak mendekati, tidak memfoto, atau menyentuh "puing atau serpihan apa pun yang jatuh sebagai akibat dari pencegatan udara yang berhasil".
Otoritas Manajemen Krisis dan Bencana Darurat Nasional UEA (NCEMA), dalam pernyataan terpisah via media sosial X, mengatakan sistem pertahanan udara negara tersebut merespons "ancaman rudal".
"Sistem pertahanan udara saat ini sedang merespons ancaman rudal," sebut NCEMA dalam pernyataannya.
NCEMA juga merilis imbauan yang menyarankan warga UEA untuk "tetap berada di lokasi yang aman dan mengikuti saluran resmi untuk peringatan dan pembaruan informasi".
Tidak disebutkan lebih lanjut oleh otoritas UEA soal sumber serangan tersebut. Namun, pernyataan dan peringatan UEA itu dirilis beberapa jam setelah aksi saling serang terjadi antara pasukan Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz.
(nvc/ita)