Rentetan serangan udara Rusia menghantam kota-kota di wilayah Ukraina sepanjang Selasa (5/5) waktu setempat, menjelang gencatan senjata sementara. Total sedikitnya 21 orang tewas akibat gempuran terbaru Moskow tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, seperti dilansir AFP, Rabu (6/5/2026), mengutuk apa yang disebutnya sebagai "sinisme total" dari Moskow karena melancarkan serangan mematikan, sambil berupaya mencapai gencatan senjata untuk menggelar parade patriotik pada 9 Mei mendatang.
Serangan Rusia pada Selasa (5/5) menghantam kota Zaporizhzhia, Kramatorsk, dan Dnipro. Serangan itu terjadi beberapa jam sebelum gencatan senjata yang diusulkan Ukraina.
Di Zaporizhzhia, yang terletak di sebelah selatan Ukraina, dekat garis depan pertempuran, sedikitnya 12 orang tewas akibat serangan yang digambarkan oleh Zelensky sebagai serangan yang "sama sekali tidak memiliki pembenaran militer".
Pada Rabu (6/5) pagi, kepala wilayah Crimea, yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014 dari Ukraina, mengatakan serangan drone Ukraina telah menewaskan sedikitnya 5 warga sipil.
Serangan udara itu terjadi setelah Rusia menuntut agar Kyiv menyetujui gencatan senjata untuk peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II pada 9 Mei.
"Kita membutuhkan keheningan dari serangan-serangan seperti itu dan semua serangan serupa lainnya setiap hari, bukan hanya untuk beberapa jam di suatu tempat di luar sana untuk 'perayaan'," kata Zelensky, menyerukan sekutu-sekutu Ukraina untuk mengutuk serangan tersebut.
Kyiv telah menyatakan akan menghentikan serangan pada 6 Mei. Namun Moskow menyerang kota Dnipro pada Selasa (5/5) tengah malam, menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Ukraina. Zelensky menyebut sedikitnya empat warga sipil tewas di Dnipro.
Lima orang lainnya, sebut Zelensky, tewas ketika Rusia menyerang pusat kota Kramatorsk di sebelah timur Ukraina. "Serangan itu tepat mengenai pusat kota, menargetkan warga sipil," ucap Zelensky, memperingatkan jumlah korban tewas bisa bertambah.
Menurut data yang dirilis pejabat Ukraina, sedikitnya 70 orang mengalami luka-luka akibat rentetan serangan pada Selasa (5/5).
Simak juga Video 'Kyiv Membara! Rudal Rusia Tewaskan Anak 12 Tahun-Picu Kebakaran Hebat':











































