Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di perairan Amerika Latin. Sedikitnya lima orang tewas akibat setidaknya dua serangan yang dilancarkan militer Washington di perairan tersebut dalam dua hari terakhir.
Dengan tambahan kematian itu, seperti dilansir AFP, Rabu (6/5/2026), maka sejauh ini total sedikitnya 190 orang tewas akibat serangkaian operasi pengeboman kontroversial yang dilakukan AS terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di kawasan Amerika Latin.
Komando Selatan AS (SOUTHCOM), dalam pernyataan via X, mengatakan pada Selasa (5/5) bahwa pasukannya telah "melancarkan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris yang Ditetapkan" di perairan Pasifik Timur.
"Kapal tersebut sedang melintasi rute perdagangan narkoba yang diketahui... dan terlibat dalam operasi perdagangan narkoba," kata SOUTHCOM dalam pernyataannya.
"Tiga teroris narkoba laki-laki tewas selama aksi ini," imbuh pernyataan tersebut.
Serangan terbaru itu menyusul serangan serupa, namun dilakukan terpisah pada Senin (4/5) di perairan Karibia.
SOUTHCOM mengatakan pasukan militer AS menewaskan sedikitnya dua orang dalam serangan tersebut.
Operasi militer ini merupakan bagian dari peningkatan aktivitas militer era pemerintahan Presiden AS Donald Trump di Laut Karibia dan Samudra Pasifik Timur sejak September lalu, atas dalih memerangi perdagangan narkoba.
(nvc/ita)