AS Serang Kapal Narkoba di Amerika Latin, 5 Orang Tewas

AS Serang Kapal Narkoba di Amerika Latin, 5 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 06 Mei 2026 12:59 WIB
Screenshot video operasi militer AS yang dirilis Komando Selatan AS atau SOUTHCOM (X/@Southcom)
Screenshot video operasi militer AS yang dirilis Komando Selatan AS atau SOUTHCOM (X/@Southcom)
Washington DC -

Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di perairan Amerika Latin. Sedikitnya lima orang tewas akibat setidaknya dua serangan yang dilancarkan militer Washington di perairan tersebut dalam dua hari terakhir.

Dengan tambahan kematian itu, seperti dilansir AFP, Rabu (6/5/2026), maka sejauh ini total sedikitnya 190 orang tewas akibat serangkaian operasi pengeboman kontroversial yang dilakukan AS terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di kawasan Amerika Latin.

Komando Selatan AS (SOUTHCOM), dalam pernyataan via X, mengatakan pada Selasa (5/5) bahwa pasukannya telah "melancarkan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris yang Ditetapkan" di perairan Pasifik Timur.

"Kapal tersebut sedang melintasi rute perdagangan narkoba yang diketahui... dan terlibat dalam operasi perdagangan narkoba," kata SOUTHCOM dalam pernyataannya.

"Tiga teroris narkoba laki-laki tewas selama aksi ini," imbuh pernyataan tersebut.

Serangan terbaru itu menyusul serangan serupa, namun dilakukan terpisah pada Senin (4/5) di perairan Karibia.

SOUTHCOM mengatakan pasukan militer AS menewaskan sedikitnya dua orang dalam serangan tersebut.

Operasi militer ini merupakan bagian dari peningkatan aktivitas militer era pemerintahan Presiden AS Donald Trump di Laut Karibia dan Samudra Pasifik Timur sejak September lalu, atas dalih memerangi perdagangan narkoba.

Pemerintahan Trump bersikeras menyatakan bahwa mereka secara efektif berperang melawan "teroris narkoba" di kawasan tersebut.

Namun, mereka sejauh ini belum memberikan bukti kuat yang menunjukkan bahwa kapal-kapal yang menjadi target serangan itu memang terlibat dalam perdagangan narkoba, sehingga memicu perdebatan tentang legalitas operasi tersebut.

Para pakar hukum internasional dan kelompok HAM mengatakan bahwa serangan semacam itu kemungkinan besar merupakan pembunuhan di luar hukum, karena tampaknya menargetkan warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS.

Orang-orang yang menjadi target serangan AS juga dinilai tidak memiliki kesempatan untuk membela diri atau membuktikan mereka tidak bersalah sebelum dibunuh.

Simak juga Video 'Trump Hentikan Sementara Project Freedom Pengawalan Kapal di Selat Hormuz':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait