Militer AS Serang 3 Kapal Diduga Penyelundup Narkoba, 11 Orang Tewas

Militer AS Serang 3 Kapal Diduga Penyelundup Narkoba, 11 Orang Tewas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 18 Feb 2026 06:17 WIB
The USS Gravely, a US Navy warship, departs the Port of Port of Spain on October 30, 2025. The US warship arrived in Trinidad and Tobago on October 26, 2025, for joint exercises near the coast of Venezuela, as Washington ratcheted up pressure on drug
Ilustrasi/kapal militer AS (Foto: AFP/MARTIN BERNETTI)
Washington DC -

Militer Amerika Serikat (AS) menyerang 3 kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia. Sebanyak 11 orang tewas dalam serangan itu.

"Empat orang di kapal pertama di Pasifik Timur, empat orang di kapal kedua di Pasifik Timur, dan tiga orang di kapal ketiga di Karibia. Tidak ada pasukan militer AS yang terluka," kata Komando Selatan AS dalam sebuah unggahan di X, seperti dilansir AFP, Rabu (18/2/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unggahan tersebut menyertakan video serangan terhadap ketiga kapal tersebut, dua di antaranya dalam keadaan diam ketika dihantam sementara yang ketiga melaju kencang di perairan. Orang-orang terlihat bergerak di dua kapal sebelum serangan.

Amerika Serikat mulai menargetkan kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba pada awal September, menewaskan lebih dari 140 orang dan menghancurkan puluhan kapal sejak saat itu.

ADVERTISEMENT

Pemerintahan Presiden Donald Trump bersikeras bahwa mereka secara efektif sedang berperang dengan apa yang mereka sebut 'teroris narkoba' yang beroperasi di Amerika Latin.

Namun, mereka belum memberikan bukti pasti bahwa kapal-kapal yang menjadi sasaran mereka terlibat dalam perdagangan narkoba, sehingga memicu perdebatan sengit tentang legalitas operasi tersebut.

Para ahli hukum internasional dan kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa serangan tersebut kemungkinan besar merupakan pembunuhan di luar hukum karena tampaknya menargetkan warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat.

Washington telah mengerahkan kekuatan angkatan laut yang besar di Karibia, di mana pasukan mereka dalam beberapa bulan terakhir telah menyerang kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, menyita kapal tanker minyak, dan melakukan serangan mengejutkan untuk menangkap pemimpin sayap kiri Venezuela, Nicolas Maduro.

Lihat juga Video 'Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Terancam Bui Seumur Hidup Gegara Narkoba':

(lir/lir)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini