Presiden Amerika Serikat Donald Trump berusaha mengecilkan perang dengan Iran, dengan menyebutnya sebagai "pertempuran kecil."
"Kita berada dalam pertempuran kecil militer. Saya menyebutnya pertempuran kecil, karena Iran tidak punya peluang. Mereka tidak pernah punya. Mereka tahu itu," kata Trump selama acara di Ruang Oval, Gedung Putih tentang kebugaran fisik di kalangan anak-anak Amerika pada hari Selasa (5/5) waktu setempat.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/5/2026), Trump sering menggembar-gemborkan konflik tersebut sebagai keberhasilan yang gemilang, misalnya dengan bersikeras bahwa angkatan laut Iran telah dihancurkan.
Trump terkadang secara terbuka menyebutnya perang, tetapi lebih sering mencoba mengecilkannya karena perang tersebut tidak populer di dalam negeri.
Sebelumnya pada hari Senin (4/5) waktu setempat, Trump menyebut perang Iran sebagai "perang mini."
Bulan lalu ia menggambarkan operasi militer AS terhadap Iran sebagai "ekspedisi kecil."
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan bahwa AS telah menyelesaikan operasi ofensifnya terhadap Iran. Hal ini disampaikannya pada hari Selasa (5/5) waktu setempat, mengulangi pernyataan kepada Kongres AS, hampir sebulan setelah gencatan senjata.
"Operasi telah berakhir -- Epic Fury -- seperti yang diberitahukan presiden kepada Kongres. Kita sudah selesai dengan tahap itu," kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih, dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/5/2026).
Sebelumnya, Gedung Putih telah memberi tahu para anggota parlemen bahwa perang telah berakhir karena gencatan senjata. Hal ini berarti menghindari persyaratan hukum untuk meminta Kongres mengesahkan konflik yang berlangsung lebih dari 60 hari.
(ita/ita)