Israel Cegat Kapal Bantuan Gaza, Turki: Aksi Pembajakan!

Israel Cegat Kapal Bantuan Gaza, Turki: Aksi Pembajakan!

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 30 Apr 2026 16:48 WIB
Ilustrasi -- Armada Global Sumud yang bertujuan menerboso blokade Israel terhadap Gaza (dok. AFP/FETHI BELAID)
Ilustrasi -- Armada Global Sumud yang bertujuan menerboso blokade Israel terhadap Gaza (dok. AFP/FETHI BELAID)
Ankara -

Pemerintah Turki mengecam tindakan militer Israel mencegat armada kapal bantuan yang berlayar menuju ke Jalur Gaza sebagai "aksi pembajakan". Ankara menegaskan akan mengambil "semua langkah yang diperlukan" terkait warga negara Turki dan para penumpang lain di atas kapal-kapal yang dicegat Tel Aviv itu.

Kapal-kapal Angkatan Laut Israel mencegat puluhan kapal dari Armada Global Sumud di perairan internasional di lepas pantai Yunani. Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan penangkapan sekitar 175 aktivis dari lebih dari 20 kapal yang menjadi bagian armada tersebut, dan membawa mereka ke Israel

"Dengan menyerang Armada Global Sumud, yang berupaya menarik perhatian pada bencana kemanusiaan yang dihadapi oleh rakyat Gaza yang tertindas, Israel telah menargetkan nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional," kecam Kementerian Luar Negeri Turki, seperti dilansir TRT World, Kamis (30/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Luar Negeri Turki menyebut tindakan Israel itu melanggar prinsip kebebasan navigasi di perairan internasional.

ADVERTISEMENT

"Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap bersatu melawan tindakan tanpa hukum oleh Israel ini," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

"Semua langkah yang diperlukan sedang diambil dalam koordinasi dengan negara-negara terkait mengenai situasi warga negara kami dan para penumpang lainnya di atas kapal," imbuh pernyataan tersebut.

Ada 18 Warga Turki di Antara Aktivis yang Ditahan Israel

Dari 175 aktivis yang ditahan Israel, terdapat 18 warga negara Turki di antaranya. Delegasi Turki dalam Armada Global Sumud mengatakan kepada Anadolu Agency menuturkan bahwa para aktivis, termasuk 18 aktivis Turki itu, ditahan pasukan Israel setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional yang berjarak 600 mil laut (1.111 kilometer) dari Jalur Gaza, beberapa mil dari perairan Yunani.

Dituturkan delegasi Turki bahwa pasukan Israel mengepung kapal-kapal yang membawa para aktivis di lepas pantai Pulau Kreta, Yunani, pada Rabu (28/4) malam dan melakukan penggerebekan.

Kapal-kapal dalam Armada Global Sumud itu bertujuan membuka koridor laut kemanusiaan ke Jalur Gaza dan mengirimkan bantuan ke wilayah yang diblokade Israel sejak tahun 2007 silam.

Armada Global Sumud, yang melibatkan para aktivis pro-Palestina, sebelumnya mengumumkan bahwa kapal-kapal mereka dikepung oleh sejumlah kapal militer Israel saat berada di lepas pantai Pulau Kreta, Yunani.

"Pada saat pernyataan ini dipublikasikan (pukul 04.30 GMT), setidaknya 22 kapal dari 58 kapal armada ini telah diserbu oleh pasukan Israel yang sepenuhnya melanggar hukum internasional," kata Armada Global Sumud dalam pernyataannya.

Armada terbaru ini berlayar beberapa minggu terakhir dari sejumlah lokasi, yang mencakup Marseille di Prancis, Barcelona di Spanyol, dan Syracuse di Italia.

Lihat juga Video 'Pemakaman Ibu Hamil Anak Kembar yang Dibunuh Tentara Israel di Gaza':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini