Militer Israel menangkap sekitar 175 aktivis dari armada kapal bantuan yang berlayar menuju ke Jalur Gaza. Penangkapan itu dilakukan di perairan internasional di lepas pantai Yunani, yang dinilai oleh penyelenggara armada tersebut, sangat jauh dari perairan Gaza.
Penangkapan pada aktivis itu, seperti dilansir AFP, Kamis (30/4/2026), diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataannya pada Kamis (30/4).
"Sekitar 175 aktivis dari lebih dari 20 kapal armada kondom sekarang sedang berlayar menuju ke Israel dengan damai," kata Kementerian Luar Negeri Israel, menggunakan julukan terbaru untuk mengejek armada kapal itu setelah kondom ditemukan dalam konvoi serupa sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Tel Aviv itu menyertakan video yang menunjukkan para aktivis berada di atas sebuah kapal Angkatan Laut Israel.
Penyelenggara armada terbaru yang melibatkan para aktivis pro-Palestina, yang berupaya menerobos blokade Israel atas Gaza, telah mengumumkan bahwa kapal-kapal mereka dikepung oleh sejumlah kapal militer Israel saat berada di lepas pantai Pulau Kreta, Yunani.
"Pada saat pernyataan ini dipublikasikan (pukul 04.30 GMT), setidaknya 22 kapal dari 58 kapal armada ini telah diserbu oleh pasukan Israel yang sepenuhnya melanggar hukum internasional," kata Armada Global Sumud dalam pernyataannya.
Armada terbaru ini berlayar beberapa minggu terakhir dari sejumlah lokasi, yang mencakup Marseille di Prancis, Barcelona di Spanyol, dan Syracuse di Italia.
Pada tengah malam antara Rabu (29/4) hingga Kamis (30/4), Armada Global Sumud mengatakan bahwa kapal-kapal mereka telah "dikelilingi secara ilegal" oleh kapal-kapal Israel. Kapal-kapal yang tersisa, menurut pelacakan langsung armada tersebut, saat ini berada di dekat Kreta.
"Kapal-kapal kami didekati oleh sejumlah kapal cepat militer, yang mengidentifikasi diri sebagai 'Israel', yang mengarahkan laser dan senjata serbu semi-otomatis, memerintahkan para partisipan untuk bergerak ke depan kapal dan berlutut," tutur Armada Global Sumud dalam pernyataannya.
"Komunikasi kapal sedang di-jammed dan sinyal SOS telah diberikan," imbuh pernyataan tersebut.
Israel mengendalikan semua titik masuk ke Jalur Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan beberapa LSM menuduh Tel Aviv mencekik arus barang ke wilayah tersebut, yang memicu kekurangan pasokan sejak awal perang pada Oktober 2023.
Lihat juga Video 'Israel Serang Sekelompok Anak-anak di Pinggiran Jalan Gaza, 3 Tewas':
