5 Berita Terpopuler Internasional

5 Berita Terpopuler Internasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 29 Apr 2026 17:44 WIB
Pemimpin Korut Kim Jong Un (Foto: via REUTERS/KCNA)
Pemimpin Korut Kim Jong Un (Foto: via REUTERS/KCNA)
Jakarta -

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memuji tentara-tentara yang melakukan bunuh diri saat bertempur melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk, Rusia.

Korea Utara telah mengirimkan sekitar 14.000 tentara untuk bertempur bersama pasukan Rusia melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk. Menurut pejabat Korea Selatan, Ukraina, dan Barat, Korea Utara mereka menderita banyak korban jiwa dengan lebih dari 6.000 tentaranya tewas dalam pertempuran tersebut.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (29/4/2026):

- Kanselir Jerman Bilang Iran Mempermalukan AS, Trump Kesal!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merasa kesal dengan kritikan Kanselir Jerman Friedrich Merz soal strategi AS dalam perang melawan Iran. Trump mengecam Merz tidak memahami yang dia bicarakan, setelah Kanselir Jerman itu menyebut Teheran telah mempermalukan Washington.

Hal tersebut mengungkapkan ketegangan baru antara kedua negara sekutu yang terpecah-belah terkait Ukraina dan keamanan global.

Dalam pernyataan via Truth Social, seperti dilansir TRT World, Rabu (29/4/2026), Trump balik mengkritik tajam Merz, dengan menuduhnya mendukung ambisi nuklir Iran. Trump juga menuduh Merz semakin meningkatkan ketegangan antara AS dan Jerman.

- Pemimpin Negara Teluk Kompak Tolak Pungutan Tarif di Selat Hormuz

Para pemimpin negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) kompak menolak pungutan tarif apa pun terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. GCC menyerukan navigasi yang aman dan bebas di jalur perairan strategis tersebut.

Pelayaran melalui Selat Hormuz sangat terganggu sejak perang berkecamuk antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.

Langkah Teheran membatasi aktivitas perlintasan di jalur perairan vital tersebut telah mengguncang pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan kerusakan ekonomi yang berkepanjangan.

- Badan Intelijen AS Pelajari Reaksi Iran Jika Trump Umumkan Kemenangan

Badan-badan intelijen Amerika Serikat (AS) sedang mempelajari bagaimana Iran akan bereaksi, jika Presiden Donald Trump mengumumkan kemenangan sepihak dalam perang yang telah berkecamuk selama dua bulan.

Perang ini dinilai menjadi beban politik bagi Gedung Putih.

Menurut dua pejabat AS yang enggan disebut namanya dan seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut, seperti dilansir Reuters, Rabu (29/4/2026), komunitas intelijen sedang menganalisis masalah ini bersama dengan sejumlah masalah lainnya, atas permintaan pejabat senior pemerintahan AS.

- Kapal Tanker Minyak Jepang Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Sebuah kapal tanker Jepang yang mengangkut minyak mentah telah melintasi perairan Selat Hormuz pada Selasa (28/4) waktu setempat. Ini menjadi transit pertama bagi kapal tanker Jepang sejak pecahnya konflik Timur Tengah pada akhir Februari lalu.

Menurut data pelayaran pada MarineTraffic, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (29/4/2026), kapal tanker jenis VLCC (very large crude carrier) yang dimiliki oleh perusahaan penyulingan Jepang, Idemitsu, berhasil melintasi Selat Hormuz setelah berangkat dari Pelabuhan Ras Tanura di Arab Saudi pada 17 April.

Kapal tanker bernama Idemitsu Maru itu telah berada di perairan Saudi sejak akhir Februari, ketika perang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

- Kim Jong Un Puji Tentara Korut yang Bunuh Diri dalam Perang di Ukraina

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memuji tentara-tentara yang melakukan bunuh diri saat bertempur melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk, Rusia.

Korea Utara telah mengirimkan sekitar 14.000 tentara untuk bertempur bersama pasukan Rusia melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk. Menurut pejabat Korea Selatan, Ukraina, dan Barat, Korea Utara mereka menderita banyak korban jiwa dengan lebih dari 6.000 tentaranya tewas dalam pertempuran tersebut.

Bukti yang semakin banyak, termasuk dari laporan intelijen dan kesaksian para pembelot, menunjukkan bahwa tentara-tentara Korea Utara juga melakukan peledakan diri sendiri atau bentuk bunuh diri lainnya, daripada ditangkap pasukan Ukraina.

Tonton juga video "Iran Anggap Perang dengan AS-Israel Belum Berakhir"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait