×
Ad

Iran Kirim Proposal Gencatan Senjata Baru ke AS Lewat Pakistan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Apr 2026 10:46 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP)
Teheran -

Iran dilaporkan telah mengirimkan proposal gencatan senjata terbaru kepada Amerika Serikat (AS), melalui Pakistan sebagai mediator. Proposal yang baru saja diajukan Islamabad kepada Washington itu bertujuan meredakan ketegangan di Selat Hormuz dan mengakhiri perang yang sedang berlangsung.

Informasi tersebut, seperti dilansir dilansir TRT World dan Al Jazeera, Senin (27/4/2026), dilaporkan oleh media AS, Axios, yang mengutip sejumlah pejabat AS dan beberapa sumber yang memahami persoalan tersebut.

Disebutkan Axios dalam laporannya bahwa proposal Iran itu menawarkan syarat baru untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang ditutup imbas perang yang berkecamuk antara Teheran melawan AS dan Israel.

Menurut sumber-sumber yang dikutip Axios, proposal terbaru Iran itu disebut memprioritaskan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut oleh AS sebagai langkah awal, "dengan negosiasi nuklir ditunda ke tahap selanjutnya".

Proposal Teheran tersebut juga mengusulkan perpanjangan gencatan senjata untuk jangka waktu yang lebih lama atau menuju diakhirinya permusuhan secara permanen.

Menurut laporan Axios, Islamabad sebagai mediator telah menyampaikan proposal tersebut kepada Gedung Putih. Namun tidak diketahui secara jelas apakah AS akan bersedia mempertimbangkan proposal dengan syarat-syarat seperti itu.

Presiden AS Donald Trump, menurut tiga pejabat AS yang berbicara kepada Axios, diperkirakan akan menggelar rapat di Situation Room Gedung Putih pada Senin (27/4) dengan jajaran tim senior keamanan nasional dan kebijakan luar negerinya untuk membahas proposal terbaru Iran tersebut dan mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Proposal baru ini diajukan saat kebuntuan diplomatik yang menyelimuti Washington dan Teheran semakin dalam, dengan gencatan senjata yang diperpanjang dan rapuh tetap diberlakukan di bawah tekanan.




(nvc/dhn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork