Otoritas kehakiman Iran membantah bahwa delapan wanita yang ditangkap terkait unjuk rasa antipemerintah yang meluas di negara tersebut pada awal tahun ini, berisiko dieksekusi mati.
Bantahan ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Teheran untuk membebaskan delapan wanita itu guna membantu negosiasi yang sedang diupayakan di antara kedua negara.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (22/4/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Negara Arab Ramai-ramai Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi Kerusakan
Negara-negara Arab menuntut Iran untuk membayar ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh rentetan serangan selama perang berkecamuk di Timur Tengah. Ganti rugi juga dituntut negara Arab terkait penutupan Selat Hormuz oleh Teheran selama perang.
Tuntutan ini, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (22/4/2026), disampaikan dalam resolusi yang disahkan selama pertemuan darurat para Menteri Luar Negeri (Menlu) dari negara-negara anggota Liga Arab, yang digelar melalui konferensi video, di bawah kepemimpinan Bahrain.
Resolusi tersebut menyatakan bahwa Iran memikul "tanggung jawab internasional sepenuhnya" atas serangan-serangan yang menargetkan Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Qatar, Kuwait, dan Irak.
- Iran Minta PBB Paksa AS Bebaskan Kapalnya yang Disita
Duta Besar (Dubes) Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi meminta badan dunia tersebut untuk memaksa Amerika Serikat membebaskan kapal kargo Iran beserta awak kapalnya, segera dan tanpa syarat.
Dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa (21/4) waktu setempat, Amir Saeed Iravani menarik "perhatian mendesak terhadap pelanggaran internasional yang terus dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Republik Islam tersebut, termasuk penargetan yang disengaja terhadap kapal dagang Iran."
Iravani menjelaskan secara rinci insiden yang melibatkan kapal dagang Touska tersebut. Dubes Iran untuk PBB itu menekankan bagaimana pasukan Amerika telah menyita kapal tersebut di Laut Oman, dekat garis pantai Iran dalam "serangan yang bermusuhan dan ilegal."
- Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Kibarkan Bendera Israel
Para pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dan mengibarkan bendera Israel pada Selasa (21/4) waktu setempat. Aksi para pemukim Israel ini menuai kecaman keras dari Pakistan dan Qatar.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs paling suci ketiga di dunia bagi umat Muslim. Bagi umat Yahudi, kompleks suci itu disebut sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang diklaim sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada zaman kuno.
Dalam aksinya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Doha News, Rabu (22/4/2026), para pemukim Israel itu memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa (21/4) melalui Gerbang Mughrabi di bawah perlindungan ketat Kepolisian Israel.
- NATO Akan Lakukan Apapun untuk Membela Turki dan Anggota Lainnya
Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte menegaskan bahwa aliansi tersebut akan melakukan "apapun yang diperlukan untuk membela" negara-negara anggotanya, termasuk Turki. Hal ini disampaikan setelah pasukan NATO mencegat empat rudal yang ditembakkan dari Iran dan menuju wilayah udara Turki selama beberapa minggu terakhir.
Sebagai anggota aliansi pertahanan pimpinan AS tersebut, Turki yang berbatasan dengan Iran, sebagian besar terhindar dari serangan pembalasan Iran seperti yang dialami negara-negara di Timur Tengah.
Pasukan NATO telah menembak jatuh rudal balistik yang ditembakkan dari Iran sebanyak empat kali. Aliansi tersebut pun kemudian mengerahkan baterai rudal Patriot baru di pangkalan udara Incirlik di Turki selatan.
- Trump Desak Bebaskan 8 Wanita Terancam Eksekusi Mati, Iran Bilang Gini
Otoritas kehakiman Iran membantah bahwa delapan wanita yang ditangkap terkait unjuk rasa antipemerintah yang meluas di negara tersebut pada awal tahun ini, berisiko dieksekusi mati.
Bantahan ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Teheran untuk membebaskan delapan wanita itu guna membantu negosiasi yang sedang diupayakan di antara kedua negara.
Kelompok-kelompok HAM mengatakan setidaknya satu wanita yang ditangkap terkait unjuk rasa di Iran pada Januari lalu, telah dijatuhi hukuman mati. Satu wanita lainnya menghadapi tuduhan yang dapat berujung pada hukuman mati dan bahkan eksekusi mati.
Simak juga Video 'Trump: Tak Ada Kesepakatan dengan Iran Jika Blokade Selat Hormuz Dicabut':











































