×
Ad

Iran Ancam 'Pelajaran Lebih Keras' Jika AS-Israel Menyerang Lagi!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 22 Apr 2026 11:08 WIB
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari (dok. Viory)
Teheran -

Komando operasional tertinggi pada militer Iran melontarkan peringatan keras pada Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk setiap serangan terbaru yang menargetkan Teheran, saat gencatan senjata sementara berakhir pekan ini.

Militer Iran menegaskan bahwa pembalasan terhadap agresi lanjutan oleh Washington dan Tel Aviv akan lebih keras, dan pasukan Teheran akan bertindak "segera" dalam menyerang target-target yang telah ditentukan.

Peringatan terbaru itu, seperti dilansir Press TV, Rabu (22/4/2026), dilontarkan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan operasional antara militer reguler Iran dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

"Pasukan kami yang cakap dan kuat telah siaga penuh sejak lama dan siap menyerang," kata juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari dalam pernyataan terbarunya.

"Jika terjadi agresi atau tindakan apa pun terhadap Republik Islam (Iran), mereka akan segera menyerang target-target yang telah ditentukan sebelumnya dengan kekuatan penuh dan menghadapi agresor Amerika dan rezim Zionis pembunuh anak-anak dengan pelajaran yang lebih keras dari sebelumnya," tegasnya.

Peringatan tersebut, sebut Zolfaghari, disampaikan "mengingat ancaman berulang dari Presiden AS dan para komandan militer agresif dan teroris dari negara tersebut".

Presiden AS Donald Trump mengumumkan, pada 7 April lalu, gencatan sementara selama dua minggu dalam perang melawan Iran, yang dimulai sejak serangan gabungan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada akhir Februari.

Perundingan damai kemudian digelar di Islamabad, Pakistan, untuk memfinalisasi gencatan senjata dengan tujuan mengakhiri perang secara permanen. Namun perundingan yang dimediasi Pakistan itu berakhir tanpa kesepakatan apa pun.




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork