×
Ad

Iran Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Apr 2026 10:28 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (dok. Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/File Photo)
Teheran -

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya berupaya untuk mengakhiri perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel "dengan bermartabat". Pezeshkian menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak berhak untuk mencabut hak nuklir Teheran.

"Trump mengatakan bahwa Iran tidak seharusnya menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran," kata Pezeshkian dalam pernyataannya, seperti dilaporkan kantor berita ISNA dan dilansir Anadolu Agency, Senin (20/4/2026).

"Siapa dia sehingga berhak mencabut hak suatu bangsa?" tanya Presiden Iran tersebut.

"Dari perspektif prinsip-prinsip kemanusiaan, setiap orang bebas, terlepas dari agama, kepercayaan, ras, atau etnisnya, untuk menikmati hak-haknya yang tidak dapat dicabut," tegas Pezeshkian.

Pernyataan Pezeshkian ini, seperti dikutip Press TV, disampaikan beberapa hari setelah Trump mengancam bahwa AS akan mengamankan uranium yang diperkaya milik Iran "dengan cara-cara yang jauh lebih tidak ramah" jika tidak tercapai kesepakatan antara kedua negara.

Lebih lanjut, Pezeshkian menyerukan agar bangsa Iran berdiri teguh "melawan musuh yang harus darah dan brutal".

Iran, cetus Pezeshkian, harus mengelola atmosfer saat ini sedemikian rupa sehingga "tidak menggambarkan kita sebagai penghasut perang" karena "kita sedang membela diri".




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork