Presiden Iran Puji Peran Pakistan Mediasi Perang dengan AS

Presiden Iran Puji Peran Pakistan Mediasi Perang dengan AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Apr 2026 14:21 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (dok. Morteza Fakhri Nezhad/IRIB/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (dok. Morteza Fakhri Nezhad/IRIB/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)
Teheran -

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memuji peran Pakistan dalam menengahi gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Pezeshkian menggambarkan upaya Islamabad sebagai mediasi "efektif dan bertanggung jawab".

Pujian itu, seperti dilansir Press TV, Jumat (17/4/2026), disampaikan Pezeshkian saat bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Asim Munir, yang berkunjung ke Teheran pada Kamis (16/4) malam.

Dalam pertemuan itu, Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas peran yang dimainkan oleh Munir dan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dalam memfasilitasi gencatan senjata dan atas sambutan hangat yang diberikan kepada delegasi Iran selama perundingan di Islamabad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pezeshkian juga menegaskan kembali komitmen teguh Teheran pada perdamaian dan stabilitas abadi di kawasan.

"Republik Islam Iran mengupayakan perdamaian dan stabilitas abadi di kawasan ini dan menekankan realisasi hak-hak bangsa Iran dalam kerangka hukum internasional," kata Pezeshkian dalam pertemuan dengan Munir.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menekankan bahwa Iran memandang semua negara Islam sebagai saudara.

Dia juga memperjelas bahwa penargetan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk beberapa waktu terakhir oleh militer Iran dilakukan sepenuhnya dalam kerangka pembelaan diri yang sah, sebagai respons atas pengeboman AS dan Israel terhadap Teheran.

"Iran tidak mencari ketidakstabilan di kawasan dan ingin mengembangkan hubungan persaudaraan dengan negara-negara tetangga," tegas Pezeshkian.

Pezeshkian, dalam pernyataannya, menekankan bahwa akar penyebab ketidakstabilan regional adalah Israel atau rezim Zionis, yang dituduhnya berada di balik banyak perang dan tindakan perpecahan di antara negara-negara Islam. Dia menyerukan persatuan di antara negara-negara Islam.

"Umat Islam harus, melalui konvergensi dan kerja sama, mencegah rezim Zionis mengeksploitasi tanah-tanah Islam untuk melawan umat Muslim sendiri," sebutnya.

"Tidak diragukan lagi, jika negara-negara Islam bersatu, kemungkinan rezim itu mendorong kawasan menuju perang akan hilang," cetus Pezeshkian.

Lebih lanjut, Pezeshkian memperingatkan bahwa perang tidak akan menguntungkan siapa pun.

"Amerika tidak akan memenangkan konflik ini; negara-negara di kawasan dan dunia yang akan menderita kerugian besar, sementara hanya rezim Zionis yang berupaya memenuhi keinginannya," ucapnya mengingatkan.

Tonton juga video "Dubes Iran Bertemu Kaesang di DPP PSI, Bahas Kapal RI di Selat Hormuz"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait