5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Apr 2026 17:08 WIB
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: Reuters)
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: Reuters)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Iran Mohammad Reza Aref mengatakan Gedung Putih tidak bertindak sebagai entitas independen dalam kebijakan luar negerinya, dan telah berubah menjadi "cabang pelapor" untuk Israel.

Aref menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di akun media sosial X-nya pada hari Selasa (14/4), sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance "melaporkan kepada saya dalam perjalanan pulang dari Islamabad, seperti yang dia lakukan setiap hari."

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (15/4/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Ribut-ribut dengan Trump, Paus Leo Dapat Dukungan Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan tokoh-tokoh politik senior negara tersebut menyatakan dukungan kuat untuk Paus Leo XIV yang mendapat kritik tajam dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Paus Leo telah mengkritik kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan sikapnya yang memicu perang.

Pezeshkian, dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada kepala Gereja Katolik, mengutuk apa yang ia sebut sebagai "ketidakhormatan" terhadap Paus dan Yesus, yang ia sebut sebagai nabi perdamaian dan persaudaraan. "Penodaan terhadap tokoh-tokoh suci tersebut tidak dapat diterima oleh siapa pun yang mencari kebebasan," tulisnya, dilansir Tehran Times, Rabu (15/4/2026).

- 3 Kapal dari Pelabuhan Iran Lintasi Selat Hormuz yang Diblokade AS

Setidaknya tiga kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran berhasil melintasi Selat Hormuz, meskipun ada blokade militer Amerika Serikat. Namun, beberapa kapal lainnya yang mengambil rute tersebut kemudian berbalik arah, menurut data pelacakan maritim pada hari Selasa (14/4) waktu setempat.

Mereka termasuk di antara setidaknya tujuh kapal yang terkait dengan Iran yang melewati selat tersebut setelah blokade Washington mulai berlaku pada pukul 14.00 GMT pada hari Senin.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/4/2026), menurut penyedia data maritim Kpler, kapal pengangkut curah berbendera Liberia, Christianna, melintasi selat tersebut setelah membongkar 74.000 ton jagung di pelabuhan Bandar Imam Khomeini di Teluk Iran, melewati Pulau Larak, Iran di selat tersebut sekitar pukul 16.00 GMT pada hari Senin, menurut data Kpler.

- PBB Sorot Kemampuan Korut Produksi Senjata Nuklir: Meningkat Pesat!

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi menyorot kemampuan Korea Utara (Korut) untuk memproduksi senjata nuklir. Kepala badan nuklir PBB itu, mengatakan bahwa ada "peningkatan yang sangat serius" dalam kemampuan negeri komunis itu untuk memproduksi senjata nuklir.

Negara yang terisolasi secara diplomatik ini diyakini mengoperasikan beberapa fasilitas untuk memperkaya uranium, langkah kunci dalam pembuatan hulu ledak nuklir, kata badan intelijen Korea Selatan.

Termasuk di antaranya adalah reaktor di situs nuklir Yongbyon, yang konon sempat dinonaktifkan oleh Pyongyang setelah perundingan, tetapi kemudian diaktifkan kembali pada tahun 2021.

- AS Cegat 8 Kapal Tanker Minyak Iran Sejak Blokade Dimulai

Delapan kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran dilaporkan telah dicegat oleh pasukan angkatan laut Amerika Serikat sejak blokade laut dimulai awal pekan ini. Demikian laporan Wall Street Journal (WSJ) pada hari Rabu (15/4), mengutip pejabat-pejabat AS.

Laporan tersebut muncul ketika Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa AS telah menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar dari Iran melalui laut.

Dilansir Al Arabiya, Rabu (15/4/2026), WSJ melaporkan bahwa "pasukan angkatan laut AS telah mencegat delapan kapal tanker minyak yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran sejak dimulainya blokade pada hari Senin lalu."

- Iran Olok-olok Gedung Putih yang Sering Lapor ke Israel

Wakil Presiden (Wapres) Iran Mohammad Reza Aref mengatakan Gedung Putih tidak bertindak sebagai entitas independen dalam kebijakan luar negerinya, dan telah berubah menjadi "cabang pelapor" untuk Israel.

Aref menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di akun media sosial X-nya pada hari Selasa (14/4), sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance "melaporkan kepada saya dalam perjalanan pulang dari Islamabad, seperti yang dia lakukan setiap hari."

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang pejabat senior pemerintah memberikan 'briefing harian' kepada kepala negara lain!" tulis Aref, dilansir media Iran, Press TV, Rabu (15/4/2026).

Simak Video 'Wapres AS: Paus Leo Harus Hati-hati Kalau Bicara soal Agama':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait