Iran Olok-olok Gedung Putih yang Sering Lapor ke Israel

Iran Olok-olok Gedung Putih yang Sering Lapor ke Israel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 15 Apr 2026 10:52 WIB
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: Getty Images/AFP)
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: Getty Images/AFP)
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Iran Mohammad Reza Aref mengatakan Gedung Putih tidak bertindak sebagai entitas independen dalam kebijakan luar negerinya, dan telah berubah menjadi "cabang pelapor" untuk Israel.

Aref menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di akun media sosial X-nya pada hari Selasa (14/4), sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance "melaporkan kepada saya dalam perjalanan pulang dari Islamabad, seperti yang dia lakukan setiap hari."

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang pejabat senior pemerintah memberikan 'briefing harian' kepada kepala negara lain!" tulis Aref, dilansir media Iran, Press TV, Rabu (15/4/2026).

"Masalahnya bukan kami; ini masalah penghinaan struktural. Apakah rakyat Amerika menyadari bahwa Gedung Putih secara efektif telah berubah menjadi 'cabang pelapor' untuk rezim lain?" cetusnya.

Sebelumnya, saat berbicara pada rapat kabinet pada 13 April, Netanyahu mengatakan dia telah berbicara dengan Vance, yang telah memberikan informasi terbaru tentang negosiasi dengan Iran secara "terperinci", "seperti yang dilakukan pemerintahan ini setiap hari."

Berita tentang briefing harian tersebut memicu kemarahan di seluruh spektrum politik, dengan beberapa komentator mengatakan bahwa ini berarti Israel yang memegang kendali, sementara AS dan Iran bernegosiasi untuk menemukan solusi permanen bagi perang tersebut.

Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat berakhir pada 12 April tanpa mencapai kesepakatan, setelah 21 jam pembicaraan di ibu kota Pakistan, Islamabad.

JD Vance, dalam konferensi pers yang sangat singkat, mengatakan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan dengan Iran setelah negosiasi di Pakistan.

Lihat juga Video: AS Mau Blokade Selat Hormuz, Analis Iran: Cuma Memperparah Harga Migas

(ita/ita)



Berita Terkait