Trump Bilang AS Akan Bikin Selat Hormuz Dibuka Segera

Trump Bilang AS Akan Bikin Selat Hormuz Dibuka Segera

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2026 17:10 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. Getty Images via AFP/ANDREW HARNIK)
Presiden AS Donald Trump (dok. Getty Images via AFP/ANDREW HARNIK)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS akan membuat Selat Hormuz "dibuka segera". Hal ini disampaikan Trump saat gencatan senjata sementara dengan Iran masih berlangsung.

Trump, dalam pernyataan terbarunya kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/4/2026), tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal bagaimana cara membuka kembali jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global tersebut.

Walaupun dia mengakui bahwa langkah tersebut tidak akan mudah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya pada Jumat (10/4), Trump juga mengisyaratkan bahwa negara-negara lainnya menawarkan bantuan, tetapi dia tidak menyebutkan negara mana saja yang dimaksud.

"Negara-negara lain menggunakan selat ini. Jadi, kita memang memiliki negara-negara lain yang akan datang, dan mereka akan membantu," ucap Trump.

"Itu tidak akan mudah ... Saya akan mengatakan ini -- kita akan membukanya segera," cetus Trump dalam pernyataannya, merujuk pada pembukaan kembali Selat Hormuz.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan vital, terdampak perang yang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari lalu. Aktivitas perlintasan di Selat Hormuz secara efektif dibatasi, yang memicu gangguan terburuk terhadap pasokan energi global dalam sejarah.

Sebelum perang meletus, selat tersebut dilintasi oleh sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair global.

Trump diketahui merasa kecewa dengan kegagalan sekutu-sekutu NATO untuk membantu AS mengamankan Selat Hormuz, yang diblokir oleh Iran.

Laporan Reuters pada Kamis (9/4) menyebutkan bahwa Sekjen NATO Mark Rutte, setelah bertemu Trump, mengatakan kepada pemerintah Eropa soal keinginan Presiden AS untuk komitmen konkret dalam membantu mengamankan Selat Hormuz dalam beberapa hari.

Perang yang berkecamuk antara AS-Israel melawan Iran telah menaikkan harga minyak dan mengguncang pasar global.

Pada Selasa (7/4), Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu yang disepakati dengan Iran, setelah sebelumnya mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban negara tersebut.

Kesepakatan gencatan senjata sementara itu mengatur penghentian serangan AS terhadap Iran, dengan syarat Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Namun lalu lintas kapal yang melintasi selat tersebut tetap terhenti setelah gencatan senjata diumumkan.

Tonton juga video "Pakar: Trump Tak Punya Rencana Militer yang Baik Lawan Iran"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait