Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa Republik Islam tersebut tidak menginginkan perang dengan Amerika Serikat dan Israel, tetapi akan melindungi hak-haknya sebagai sebuah bangsa. Hal ini disampaikannya dalam pesan tertulis terbarunya yang dilaporkan televisi pemerintah Iran pada hari Kamis (9/4) waktu setempat.
"Kami tidak mencari-cari perang dan kami tidak menginginkannya," katanya dalam pesan yang dibacakan di televisi pemerintah, beberapa minggu setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, wafat pada 28 Februari, di hari pertama perang melawan AS-Israel, dilansir Al Arabiya dan AFP, Jumat (10/4/2026).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (10/4/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Dubes Iran Hapus Postingan Kedatangan Delegasi di Pakistan, Kenapa?
Duta Besar (Dubes) Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, menghapus postingan media sosial yang menyatakan delegasi Iran diperkirakan tiba di Islamabad pada Kamis (9/4) malam, menjelang negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat (AS), yang dimediasi oleh Pakistan.
Dalam postingan media sosial X, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (10/4/2026), Moghadam mengatakan "meskipun ada skeptisisme karena pelanggaran gencatan senjata berulang kali oleh rezim Israel", Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif menyambut delegasi Iran untuk "pembicaraan serius".
"Delegasi Iran tiba malam ini di Islamabad untuk pembicaraan serius berdasarkan 10 poin yang diusulkan oleh Iran," tambah Moghadam dalam postingan media sosial X pada Kamis (9/4) waktu setempat.
- Partai Republik Gagalkan Upaya Demokrat Setop Serangan AS ke Iran
Para anggota DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik menggagalkan upaya Partai Demokrat untuk mengakhiri serangan AS terhadap Iran. Partai Republik di parlemen AS terus mencegah upaya-upaya untuk membatasi wewenang Presiden Donald Trump dalam perang melawan Iran.
Anggota DPR AS dari Partai Republik, Chris Smith, yang mewakili New Jersey, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Jumat (10/4/2026), memimpin sesi "pro forma" singkat pada Kamis (9/4) dan mengakhirinya sebelum sekelompok politisi Partai Demokrat mengesahkan resolusi tersebut dengan persetujuan mutlak.
Resolusi yang diajukan Partai Demokrat dalam parlemen itu menyerukan penghentian operasi militer AS terhadap Iran.
- Netanyahu Ngotot Tak Ada Gencatan Senjata di Lebanon
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan "tidak ada gencatan senjata di Lebanon", meskipun dia telah memerintahkan dimulainya negosiasi langsung dengan Beirut.
Tel Aviv bersikeras menyatakan bahwa gencatan senjata selama dua minggu, yang disepakati antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Selasa (7/4), tidak mencakup Lebanon, yang menjadi markas kelompok Hizbullah yang terlibat pertempuran sengit dengan Israel beberapa waktu terakhir.
Netanyahu, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (10/4/2026), kembali menyampaikan penegasan serupa dalam pernyataan via video yang diposting ke media sosial X pada Kamis (9/4) waktu setempat.
- Mantan Menlu Iran Meninggal Usai Terluka dalam Serangan AS-Israel
Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Kamal Kharrazi meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita dalam serangan Amerika Serikat-Israel awal pekan ini.
Dilaporkan media Iran, Press TV, Jumat (10/4/2026), Kharrazi yang terluka dalam serangan pada 1 April lalu yang menargetkan rumahnya di Teheran, ibu kota Iran, meninggal pada Kamis (9/4) malam waktu setempat, menurut orang-orang terdekatnya.
Istrinya juga meninggal dalam serangan yang sama.
- Mojtaba Khamenei Bilang Tak Inginkan Perang dengan AS-Israel
Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa Republik Islam tersebut tidak menginginkan perang dengan Amerika Serikat dan Israel, tetapi akan melindungi hak-haknya sebagai sebuah bangsa. Hal ini disampaikannya dalam pesan tertulis terbarunya yang dilaporkan televisi pemerintah Iran pada hari Kamis (9/4) waktu setempat.
"Kami tidak mencari-cari perang dan kami tidak menginginkannya," katanya dalam pesan yang dibacakan di televisi pemerintah, beberapa minggu setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, wafat pada 28 Februari, di hari pertama perang melawan AS-Israel, dilansir Al Arabiya dan AFP, Jumat (10/4/2026).











































