Mantan Menlu Iran Meninggal Usai Terluka dalam Serangan AS-Israel

Mantan Menlu Iran Meninggal Usai Terluka dalam Serangan AS-Israel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 10 Apr 2026 11:09 WIB
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: Reuters)
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: Reuters)
Jakarta -

Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Kamal Kharrazi meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita dalam serangan Amerika Serikat-Israel awal pekan ini.

Dilaporkan media Iran, Press TV, Jumat (10/4/2026), Kharrazi yang terluka dalam serangan pada 1 April lalu yang menargetkan rumahnya di Teheran, ibu kota Iran, meninggal pada Kamis (9/4) malam waktu setempat, menurut orang-orang terdekatnya.

Istrinya juga meninggal dalam serangan yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kharrazi memegang banyak posisi penting sepanjang kariernya yang cemerlang dalam pelayanan publik, yang berlangsung selama beberapa dekade sejak Revolusi Islam 1979.

Ia memimpin Dewan Strategis untuk Hubungan Luar Negeri dan menjabat sebagai penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Iran.

Didirikan pada Juni 2006, Dewan Strategis untuk Hubungan Luar Negeri adalah lembaga pemikir dan badan penasihat terkemuka Iran yang melapor langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran.

Lembaga ini terkenal dengan perspektif strategis jangka panjangnya tentang hubungan luar negeri, memberikan analisis dan nasihat tingkat tinggi tentang masalah kepentingan nasional dan diplomasi internasional.

Kharrazi juga pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dari 20 Agustus 1997 hingga 24 Agustus 2005 dan sebagai anggota Dewan Penentu Kebijakan.

Kematiannya terjadi di tengah perang Amerika Serikat-Israel terhadap Republik Islam Iran, yang dimulai pada 28 Februari dan telah merenggut lebih dari 2.000 nyawa.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan beberapa pejabat pemerintah dan komandan militer berpangkat tinggi juga gugur dalam agresi AS-Israel tersebut.

Simak juga Video 'Pemerintah RI Sambut Baik Gencatan Senjata Iran-AS':

(ita/ita)


Berita Terkait