×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 01 Apr 2026 18:26 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pasukan AS akan mengakhiri operasi di Iran "segera," merujuk pada jangka waktu dua hingga tiga minggu.

Saat ditanya di Gedung Putih pada Selasa (31/3) tentang dampak harga bahan bakar yang tinggi sejak dimulainya perang pada 28 Februari, Trump mengatakan bahwa "Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kita akan segera melakukannya."

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, Rabu (1/4/2026):

- Menlu Iran soal Potensi Serangan Darat AS: Mereka Tak Akan Berani!

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan kesiapan Iran menghadapi kemungkinan serangan darat pasukan Amerika Serikat ke Republik Islam tersebut. Bahkan menurutnya, AS "tidak akan berani melakukan itu".

"Kami menunggu mereka. Saya rasa mereka tidak akan berani melakukan hal seperti itu. Akan ada banyak kekuatan yang menunggu mereka," katanya dalam sebuah wawancara dengan Al-Jazeera, seperti dilansir media Iran, Press TV, Rabu (1/4/2026).

- AS Akan Tinjau Kembali Hubungan dengan NATO Usai Perang Iran

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintah Amerika Serikat "akan meninjau kembali" hubungannya dengan NATO, setelah perang melawan Iran berakhir.

"Saya pikir tidak diragukan lagi, sayangnya, setelah konflik ini berakhir, kita harus meninjau kembali hubungan itu. Kita harus meninjau kembali nilai NATO dalam aliansi itu untuk negara kita," kata Rubio kepada pembawa acara Sean Hannity di Fox News, dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan bahwa "pada akhirnya" itu akan menjadi keputusan Presiden Donald Trump.

- Pesawat Militer Rusia Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas

Pesawat angkut militer Rusia, An-26 jatuh ke tebing di Semenanjung Krimea, menewaskan 29 orang di dalamnya. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan penyebabnya kemungkinan karena kerusakan teknis.




(ita/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork