AS Akan Tinjau Kembali Hubungan dengan NATO Usai Perang Iran

AS Akan Tinjau Kembali Hubungan dengan NATO Usai Perang Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 01 Apr 2026 11:35 WIB
Ilustrasi NATO (Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Ilustrasi NATO (Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintah Amerika Serikat "akan meninjau kembali" hubungannya dengan NATO, setelah perang melawan Iran berakhir.

"Saya pikir tidak diragukan lagi, sayangnya, setelah konflik ini berakhir, kita harus meninjau kembali hubungan itu. Kita harus meninjau kembali nilai NATO dalam aliansi itu untuk negara kita," kata Rubio kepada pembawa acara Sean Hannity di Fox News, dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan bahwa "pada akhirnya" itu akan menjadi keputusan Presiden Donald Trump.

Diplomat utama AS itu mengatakan bahwa ia telah menjadi "salah satu pembela NATO terkuat" saat ia berada di Senat AS karena ia "menemukan nilai yang besar di dalamnya."

Sebagian besar nilai tersebut terletak pada keberadaan pangkalan-pangkalan militer di Eropa yang memungkinkan militer AS "untuk memproyeksikan kekuatan ke berbagai bagian dunia," kata Rubio.

"Jika sekarang kita telah mencapai titik di mana aliansi NATO berarti kita tidak dapat menggunakan pangkalan-pangkalan itu, bahwa pada kenyataannya kita tidak lagi dapat menggunakan pangkalan-pangkalan itu untuk membela kepentingan Amerika, maka NATO adalah jalan satu arah," tambahnya.

Rubio mengatakan bahwa meskipun Washington tidak meminta sekutu NATO untuk melakukan serangan udara sebagai bagian dari perang melawan Iran, "ketika kita membutuhkan mereka untuk mengizinkan kita menggunakan pangkalan militer mereka, jawaban mereka adalah 'Tidak?' Lalu mengapa kita berada di NATO? Anda harus mengajukan pertanyaan itu."

Komentar Rubio ini muncul setelah beberapa negara Eropa membatasi militer AS untuk menggunakan pangkalan militer di wilayah mereka.

Sebelumnya pada hari Selasa lalu, terungkap bahwa pemerintah Italia telah menolak izin pendaratan pesawat pengebom AS saat dalam perjalanan ke Timur Tengah untuk misi tempur.

Dan pada hari Senin lalu, Spanyol menutup wilayah udaranya untuk pesawat-pesawat AS yang melakukan misi melawan Iran.

Tonton juga video "Unek-unek Trump yang Kecewa Sama NATO, Bak Kacang Lupa Kulitnya"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait