Pesawat angkut militer Rusia, An-26 jatuh ke tebing di Semenanjung Krimea, menewaskan 29 orang di dalamnya. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan penyebabnya kemungkinan karena kerusakan teknis.
Kantor berita Rusia, TASS, mengutip kementerian tersebut, melaporkan bahwa komunikasi dengan pesawat terputus sekitar pukul 18.00 waktu setempat pada hari Selasa dalam penerbangan yang direncanakan di atas Krimea. Semenanjung Krimea itu, yang ditutupi pegunungan yang membentang hingga ke pantai Laut Hitam, dianeksasi oleh Rusia dari Ukraina pada tahun 2014.
"Kementerian Pertahanan melaporkan bahwa tim pencarian telah menemukan lokasi bencana," lapor TASS. "Menurut laporan dari lokasi tersebut, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya tewas," imbuhnya, dilansir kantor berita Reuters, Rabu (1/4/2026).
Laporan kementerian tidak menyebutkan berapa banyak orang yang berada di dalam pesawat, tetapi tidak menyebutkan adanya korban selamat di pesawat An-26 tersebut. Pesawat itu merupakan pesawat angkut militer taktis ringan yang selama beberapa dekade telah menjadi andalan, yang dapat mengangkut kargo dan hingga 40 penumpang dalam jarak pendek dan menengah.
"Tidak ada benturan pada pesawat," lapor TASS mengutip pernyataan kementerian, yang menyiratkan bahwa benda-benda seperti rudal, drone, dan burung tidak terlibat.
"Penyebab awal kecelakaan adalah kerusakan teknis. Sebuah komisi dari militer sedang bekerja di lokasi kejadian," lapor TASS.
An-26 telah beroperasi sejak akhir tahun 1960-an dan juga telah digunakan oleh maskapai-maskapai penerbangan untuk mengangkut barang. Namun, model ini telah terlibat dalam sejumlah kecelakaan fatal selama dekade terakhir.
(ita/ita)