Rusia dan Ukraina Saling Serang, 7 Orang Tewas

Rusia dan Ukraina Saling Serang, 7 Orang Tewas

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 21 Jun 2026 17:10 WIB
Foto: Dampak serangan Rusia di Zaporizhzhia, Ukraina (REUTERS/Stringer)
Foto: Dampak serangan Rusia di Zaporizhzhia, Ukraina (REUTERS/Stringer)
Kyiv -

Rusia dan Ukraina saling serang. Serangan Rusia menewaskan tiga orang di wilayah Dnipropetrovsk dan Poltava di Ukraina timur, sementara serangan Ukraina menewaskan empat orang di Krimea.

Dilansir AFP, Minggu (21/6/2026), Moskow dan Kyiv telah meningkatkan serangan satu sama lain dalam beberapa pekan terakhir. Sementara, pembicaraan yang dipimpin AS tentang upaya mengakhiri konflik yang dimulai pada Februari 2022 tetap terhenti.

"Satu orang tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan Rusia di tiga distrik Dnipropetrovsk," tulis kepala administrasi militer regional Oleksandr Ganzha di Telegram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban tewas adalah seorang wanita berusia 70 tahun di distrik Nikopol. Kepala administrasi militer regional Poltava, Vitali Dyakivnych, mengatakan serangan Rusia pada Sabtu malam menewaskan dua orang dan melukai 13 orang, termasuk enam anak-anak.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menembak jatuh 239 drone Ukraina semalam. Selain itu, serangan Ukraina telah menewaskan empat orang dan menghentikan penjualan bahan bakar di Krimea yang diduduki Rusia.

Ukraina mengatakan pihaknya menargetkan fasilitas militer dan energi di Krimea, basis logistik utama Moskow untuk serangan militer empat tahunnya, dalam salah satu serangan terbesar di semenanjung tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

"Akibat serangan drone musuh di semenanjung Kerch, sayangnya, ada korban jiwa di antara penduduk sipil," kata Gubernur Krimea yang didukung Rusia, Sergey Aksyonov, merujuk pada bagian Krimea yang berbatasan dengan Rusia.

"Menurut informasi terbaru, empat orang tewas, 28 orang terluka," tambahnya.

Serangan massal juga menewaskan satu orang di atas kapal feri dan menghantam terminal minyak di wilayah Krasnodar selatan Rusia yang berbatasan dengan Krimea. Sebagian semenanjung Krimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014, mengalami pemadaman listrik setelah serangan tersebut.

"Semalam, sanksi jarak jauh kami menargetkan logistik militer, industri minyak, dan pertahanan udara para penjajah," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di media sosial.

Ukraina menyebut serangan balasannya terhadap Rusia dan wilayah pendudukan sebagai 'sanksi jarak jauh' dan membantah menargetkan warga sipil. Dia mengatakan serangan itu merupakan tanggapan terhadap serangan Rusia.

"Semua ini adalah tanggapan yang adil terhadap serangan brutal Rusia terhadap rakyat kami," ujar Zelensky.

Dia menyebut pasukan Ukraina juga menyerang Jembatan Krimea yang menghubungkan semenanjung itu ke Rusia. Setelah meningkatkan kemampuan drone jarak jauhnya, Kyiv kini mengatakan dapat menyerang sesuka hati di sepanjang koridor darat melalui Ukraina tenggara yang diduduki Rusia, yang digunakan Rusia untuk memasok Krimea dan pasukannya yang ditempatkan di sana.

Lihat Video 'Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia 2 Kali dalam Seminggu':

Halaman 2 dari 2
(haf/knv)


Berita Terkait