Tanda-tanda Trump Mau Setop Perang Iran Meski Selat Hormuz Ditutup

Tanda-tanda Trump Mau Setop Perang Iran Meski Selat Hormuz Ditutup

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 31 Mar 2026 20:36 WIB
US President Donald Trump speaks during the Future Investment Initiative (FII) Summit in Miami Beach, Florida, on March 27, 2026. (Photo by Mandel NGAN / AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beri sinyal bakal menghentikan operasi militer terhadap Iran. Trump disebut siap setop perang meski Selat Hormuz masih ditutup.

Dilansir The Times of Israel, Selasa (31/3/2026), disampaikan oleh media terkemuka Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (30/3) waktu setempat, Trump dan para penasihatnya telah sampai pada kesimpulan bahwa operasi untuk membuka kembali Selat Hormuz akan memakan waktu terlalu lama.

Disebutkan operasi itu diperkirakan akan memperpanjang durasi perang. Bahkan bisa melebihi jangka waktu 4-6 minggu yang telah ditetapkan Trump sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Washington juga menilai pengambilan keputusan Iran akan terhambat karena pembunuhan para pemimpin negara tersebut, yang mempersulit perundingan.

Menurut WSJ dalam laporannya, Trump lebih fokus pada penghancuran rudal dan Angkatan Laut Iran. Di mana sebelumnya, Trump berupaya menekan Teheran secara diplomatik untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Ancaman Trump Jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Pada Senin (30/3), Trump sempat membanggakan "kemajuan besar" dalam negosiasi untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang. Namun dia juga memperingatkan jika kesepakatan tidak segera tercapai dan Selat Hormuz tidak segera "Dibuka untuk Bisnis", maka AS akan melanjutkan dengan "meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg (dan mungkin semua pabrik desalinasi!)".

Meski demikian, Trump menyebut kesepakatan kemungkinan akan tercapai. Dia mengatakan AS telah mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah selama sepekan terakhir sebagai persiapan untuk potensi operasi darat.

Laporan-laporan menyebutkan bahwa persiapan untuk operasi darat kemungkinan merupakan upaya Washington untuk menekan Teheran agar menyetujui persyaratan yang diajukan AS untuk mengakhiri perang.

Laporan New York Times (NYT) menyebut bahwa upaya untuk mengakhiri perang diperumit oleh pembunuhan jajaran pemimpin Iran dalam serangan AS dan Israel sejak perang meletus pada akhir Februari lalu. Hal itu disebut telah menghambat kemampuan Teheran untuk mengambil keputusan penting.

Kematian puluhan pejabat dan tokoh pemimpin Iran, sebut NYT, juga mempersulit upaya Washington untuk bernegosiasi dengan para pejabat di Teheran yang masih bertahan. Dilaporkan bahwa para negosiator Iran mungkin memiliki pengetahuan lebih sedikit tentang apa yang akan menjadi konsesi pemerintah mereka.

Trump Sebut Rudal Iran Tinggal Sedikit

Sinyal Trump bakal menghentikan perang juga sempat disampaikan pada awal bulan ini. Dia menyebut perang berakhir jauh lebih cepat dari perkiraan awal.

Pernyataan terbaru Trump itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/3/2026), disampaikan dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat. AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya," kata Trump, berbicara kepada CBS News dalam wawancara telepon dari klub golfnya di Doral, Florida.

"Mereka (Iran) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," klaim Trump dalam wawancara tersebut.

Militer AS sebelumnya mengatakan pasukannya telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran pada minggu pertama operasi militer, yang diberi nama 'Operation Epic Fury' ini.

"Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya," ucap Trump saat berbicara kepada wartawan CBS News, Weijia Jiang, dalam wawancara telepon itu.

Lihat juga Video: Trump Ancam Hancurkan Seluruh Sumur Minyak Iran Jika Tak Buka Selat Hormuz

Halaman 2 dari 2
(idn/idn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini