AS Jatuhkan Bom Bunker ke Gudang Amunisi Iran, Picu Bola Api

AS Jatuhkan Bom Bunker ke Gudang Amunisi Iran, Picu Bola Api

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Mar 2026 16:36 WIB
Screenshot video yang dibagikan Trump via Truth Social menunjukkan bola api raksasa, yang dilaporkan merupakan serangan AS di wilayah Iran (Truth Social/@realDonaldTrump via New York Post)
Screenshot video yang dibagikan Trump via Truth Social menunjukkan bola api raksasa, yang dilaporkan merupakan serangan AS di wilayah Iran (Truth Social/@realDonaldTrump via New York Post)
Teheran -

Amerika Serikat (AS) menggempur sebuah gudang amunisi besar di kota Isfahan, Iran, dengan menggunakan sejumlah bom penghancur bunker berbobot 2.000 pon, atau setara 900 kilogram. Serangan ini menandai eskalasi besar perang yang berkecamuk di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari.

Pengeboman itu memicu ledakan yang disertai bola api raksasa yang diikuti oleh rentetan ledakan, seperti terlihat dalam video yang diposting Presiden AS Donald Trump via media sosial Truth Social pada Senin (30/3).

Trump, seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) dan dilansir NDTV, Selasa (31/3/2026), memposting video ledakan besar tanpa sensor via Truth Social, tanpa membubuhkan keterangan apa pun. Namun menurut laporan, video ledakan itu merupakan serangan AS yang dilancarkan di pinggiran Isfahan, Iran bagian tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video yang diposting Trump tersebut menunjukkan bola api besar yang diikuti oleh rentetan ledakan sekunder -- peristiwa yang umum terjadi ketika amunisi terbakar.

ADVERTISEMENT

Satelit pelacak api dari Badan Antariksa AS (NASA) menunjukkan ledakan itu terjadi di dekat Gunung Soffeh, area yang diyakini memiliki posisi militer di Iran.

Sejauh ini, Iran belum secara resmi mengakui pengeboman di Isfahan tersebut.

Namun seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya, yang dikutip WSJ, mengatakan bahwa "sejumlah besar bom penghancur bunker, atau amunisi penetrator, digunakan untuk serangan" terhadap sebuah gudang amunisi besar, yang bertujuan untuk menghancurkan rudal, roket, dan bahan peledak lainnya.

Bom penghancur bunker, yang memiliki bobot 2.000 pon atau 900 kilogram, merupakan senjata khusus yang dirancang untuk menembus target yang diperkuat sebelum meledak. Bom jenis ini sebagian besar digunakan untuk menyerang instalasi militer bawah tanah, bunker yang diperkuat, dan situs nuklir bawah tanah.

Bom-bom ini dirancang dengan selongsong baja yang diperkeras, yang memungkinkan senjata ini menembus lapisan tanah dan beton, untuk kemudian meledak setelah mencapai kedalaman tertentu.

Yang membuat "bom penghancur bunker" berbahaya bukan hanya volume bahan peledak yang menjadi muatannya, tetapi juga fakta bahwa bom tersebut dapat diatur waktu ledakannya untuk mencapai target yang tidak dapat dicapai oleh bom-bom jenis lainnya.

Sementara itu, Isfahan yang menjadi lokasi gudang amunisi yang diserang bom penghancur bunker ini, merupakan pusat strategis yang menjadi lokasi pangkalan militer dan industri pertahanan Iran.

Isfahan juga menjadi lokasi bagi salah satu dari tiga fasilitas pengayaan uranium Iran, yang dibom AS dalam perang Iran-Israel pada Juni tahun lalu. Sebagian uranium yang sangat diperkaya milik Teheran, diyakini terkubur di area itu, dengan AS mengusulkan untuk merebutnya dengan pasukan darat.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads