5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB
Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (Foto: dok. Reuters)
Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (Foto: dok. Reuters)
Jakarta -

Militer Israel atau IDF menyatakan telah meluncurkan penyelidikan atas dua insiden terpisah yang menewaskan tiga prajurit TNI yang masuk dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan.

"Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF," tulis militer Israel di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Selasa (31/3/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (31/3/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Trump Bersedia Akhiri Perang Iran Meski Selat Hormuz Masih Ditutup

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mengatakan kepada para penasihatnya bahwa dia bersedia mengakhiri operasi militer terhadap Iran, bahkan jika sebagian besar Selat Hormuz masih ditutup. Trump disebut bersedia menunda operasi rumit untuk membuka kembali jalur perairan strategis itu ke masa mendatang.

ADVERTISEMENT

Laporan itu, seperti dilansir The Times of Israel, Selasa (31/3/2026), disampaikan oleh media terkemuka Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (30/3) waktu setempat, dengan mengutip para pejabat pemerintahan Trump.

Trump dan para penasihatnya, menurut laporan WSJ, telah sampai pada kesimpulan bahwa operasi untuk membuka kembali Selat Hormuz akan memakan waktu terlalu lama. Operasi itu diperkirakan akan memperpanjang durasi perang, melebihi jangka waktu 4-6 minggu yang telah ditetapkan Trump sebelumnya.

- Komisi Parlemen Iran Setujui Tarif Tol Kapal yang Lintasi Selat Hormuz

Komisi penting dalam parlemen Iran, Komisi Keamanan Nasional, telah menyetujui rencana untuk memberlakukan bea masuk, atau tarif tol, bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur perairan vital untuk pengiriman minyak dan gas global yang secara efektif ditutup karena perang di Timur Tengah.

Namun, masih dibutuhkan persetujuan sepenuhnya dari parlemen Iran melalui voting, atau pemungutan suara, untuk benar-benar memberlakukan rencana tersebut.

Laporan televisi pemerintah Iran, yang mengutip seorang anggota komisi keamanan parlemen, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Selasa (31/3/2026), menyebut bahwa rencana yang disetujui itu mencakup serangkaian peraturan baru yang mengatur jalur perairan strategis tersebut.

- Tegang! Jepang Kerahkan Rudal Jarak Jauh di Dekat China

Jepang mengerahkan rudal-rudal jarak jauh di wilayah barat daya dekat China. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada hari Selasa (31/3), pada saat hubungan dengan Beijing berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Rudal-rudal tersebut ditempatkan di Kumamoto di wilayah selatan Kyushu, seiring Jepang berupaya memperkuat kapasitas militernya, di tengah meningkatnya aktivitas angkatan laut China di Laut China Timur.

"Kemampuan pertahanan jarak jauh memungkinkan kita untuk melawan ancaman pasukan musuh yang berupaya menyerang negara kita... sambil memastikan keselamatan personel kita," kata Koizumi, dilansir kantor berita AFP, Selasa (31/3/2026).

- Satu Lagi Rudal Iran Mengarah ke Turki, Ditembak Jatuh NATO

Sebuah rudal yang ditembakkan dari Iran dan mengarah ke Turki telah ditembak jatuh oleh pasukan aliansi Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Senin (30/3) waktu setempat. Ini merupakan rudal keempat yang terdeteksi mengudara ke Turki dari Iran, sejak perang Timur Tengah berkecamuk pada 28 Februari lalu.

Teheran sebelumnya selalu membantah telah melancarkan serangan rudal ke wilayah Turki.

Kementerian Pertahanan Turki, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Selasa (31/3/2026), mengatakan bahwa rudal yang ditembak jatuh pasukan NATO itu telah dipastikan ditembakkan dari wilayah Iran.

- 2 Lagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Israel Bilang Gini

Militer Israel atau IDF menyatakan telah meluncurkan penyelidikan atas dua insiden terpisah yang menewaskan tiga prajurit TNI yang masuk dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan.

"Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF," tulis militer Israel di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Selasa (31/3/2026).

"Perlu dicatat bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif, di mana mereka beroperasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran," imbuh unggahan militer Israel tersebut.

Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Bahlil Cari Pasokan Minyak hingga Wacana WFH

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads