Sebuah rudal yang ditembakkan dari Iran dan mengarah ke Turki telah ditembak jatuh oleh pasukan aliansi Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Senin (30/3) waktu setempat. Ini merupakan rudal keempat yang terdeteksi mengudara ke Turki dari Iran, sejak perang Timur Tengah berkecamuk pada 28 Februari lalu.
Teheran sebelumnya selalu membantah telah melancarkan serangan rudal ke wilayah Turki.
Kementerian Pertahanan Turki, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Selasa (31/3/2026), mengatakan bahwa rudal yang ditembak jatuh pasukan NATO itu telah dipastikan ditembakkan dari wilayah Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebuah amunisi balistik, yang telah dipastikan ditembakkan dari Iran dan telah memasuki wilayah udara Turki, telah dinetralisir oleh pasukan pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania bagian timur," kata Kementerian Pertahanan Turki dalam pernyataannya pada Senin (30/3).
Kementerian Pertahanan Turki menambahkan bahwa pihaknya merespons secara tegas setiap potensi ancaman dan memantau dengan cermat perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
Menurut otoritas Ankara, tidak ada satu pun dari keempat proyektil asal Iran tersebut berhasil menghantam wilayah Turki.
NATO, dalam pernyataan terpisah, mengatakan pasukannya telah mencegat sebuah rudal Iran. Pernyataan ini mengonfirmasi pengumuman yang terlebih dahulu disampaikan oleh Turki.
"Pada Senin, 30 Maret, NATO kembali berhasil mencegat sebuah rudal balistik Iran yang menuju ke Turki," kata juru bicara NATO, Allison Hart.
"NATO siap menghadapi ancaman seperti itu dan akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk membela semua sekutu," tegasnya.
Kawasan Timur Tengah memanas sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Turki yang berbatasan langsung dengan Iran dan merupakan anggota NATO, aliansi pertahanan pimpinan AS, sebagian besar terhindar dari serangan pembalasan Teheran seperti yang dialami negara-negara lainnya di Timur Tengah.
Ankara yang sejak lama kritis terhadap Teheran dan Tel Aviv, telah berupaya menghindari terseret ke dalam perang. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menegaskan: "Mencegah negara kita terseret ke dalam neraka ini adalah prioritas utama kita."
Kedutaan Besar Iran di Turki membantah bahwa Teheran berada di balik empat rudal yang ditembakkan ke wilayah udara Turki, dan telah menawarkan untuk membentuk tim gabungan untuk menyelidiki insiden tersebut.
Tonton juga video "Rudal Iran Hantam Tel Aviv, 1 Orang Tewas"










































