×
Ad

7 Hal soal Ali Larijani, Sosok Penting Iran Gugur Dibunuh AS-Israel

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 19 Mar 2026 06:57 WIB
Ali Larijani saat pawai Hari Quds, 13 hari setelah meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei. (Dok. X Ali Larijani)
Jakarta -

Kepala keamanan sekaligus tangan kanan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Ali Larijani, gugur dalam serangan Israel dan Amerika Serikat (AS). Sejumlah hal diketahui usai kematian politikus senior di Iran tersebut.

Dilansir Al Jazeera, Selasa (17/3), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam pernyataannya juga mengklaim bahwa Ali Larijani telah tewas akibat serangan terbaru Israel. Menurut media semi-resmi Iran, Mehr, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu mengkonfirmasi pembunuhan Larijani.

"Setelah seumur hidup berjuang untuk kemajuan Iran dan Revolusi Islam, akhirnya ia mencapai keinginan yang telah lama diidamkannya, menjawab panggilan kebenaran, dan dengan bangga meraih kedudukan mulia sebagai martir di garis depan pengabdian," demikian bunyi pernyataan dari dewan yang dimuat oleh Mehr.

Berikut sejumlah hal yang diketahui dari Ali Larijani:

1. Gugur Dibunuh saat Kunjungi Putrinya di Teheran

Dilansir Reuters, Rabu (18/3), Ali Larijani adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di Iran, arsitek kebijakan keamanannya, dan penasihat dekat Ayatollah Ali Khamenei hingga kematian pemimpin tertinggi tersebut dalam serangan udara bulan lalu.

Larijani, 67 tahun, tewas akibat serangan udara AS-Israel saat mengunjungi putrinya di pinggiran timur kota Teheran, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada Selasa (17/3).

2. Sosok Ali Larijani

Dilansir Al Jazeera Rabu (18/3), Larijani merupakan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, terakhir kali terlihat di depan umum pada Jumat (13/3), selama parade Hari Al-Quds di ibu kota, Teheran. Ia adalah pejabat Iran tingkat tertinggi yang tewas oleh Israel sejak Khamenei, yang tewas pada hari pertama perang pada 28 Februari.

Selama beberapa dekade, Larijani adalah wajah tenang dan pragmatis dari pemerintahan Iran--seorang pria yang menulis buku tentang filsuf Jerman abad ke-18 Immanuel Kant dan menegosiasikan kesepakatan nuklir dengan Barat.

Namun pada 1 Maret, nada bicara kepala keamanan itu berubah secara drastis. Muncul di televisi pemerintah hanya 24 jam setelah serangan udara AS-Israel menewaskan Khamenei dan komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mohammad Pakpour, Larijani menyampaikan pesan yang berapi-api.

"Amerika dan rezim Zionis (Israel) telah membakar hati bangsa Iran," tulisnya di media sosial. "Kita akan membakar hati mereka. Kita akan membuat para penjahat Zionis dan Amerika yang tak tahu malu menyesali perbuatan mereka.

"Para prajurit pemberani dan bangsa Iran yang agung akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada para penindas internasional yang keji," tambahnya.

Larijani yang menuduh Presiden AS Donald Trump jatuh ke dalam "perangkap Israel", berada di pusat respons sistem pemerintahan Iran terhadap krisis terbesarnya sejak 1979.

Larijani memainkan peran penting bersama dewan transisi beranggotakan tiga orang yang menjalankan Iran setelah pembunuhan Khamenei. Jadi, siapa Larijani, siapa yang mengarahkan strategi keamanan Iran, dan apa warisannya?




(rfs/fca)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork