5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 17 Mar 2026 18:16 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Dok. Reuters)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Dok. Reuters)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengatakan bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir. Dikatakan oleh Trump bahwa perang yang berkecamuk sejak 28 Februari itu tidak lama lagi akan berakhir, meskipun diperkirakan bukan pekan ini.

Ini merupakan kesekian kalinya Trump memberikan perkiraan waktu yang samar untuk berakhirnya perang melawan Iran. Presiden AS ini sudah beberapa kali melontarkan pernyataan berbeda-beda mengenai potensi berakhirnya perang yang dikobarkan AS dan Israel terhadap Iran.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (17/3/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Afghanistan Tuduh Pakistan Serang RS, 400 Orang Tewas

Pemerintah Afghanistan menuduh militer Pakistan melancarkan serangan udara terhadap sebuah rumah sakit (RS) yang merawat pengguna narkoba di ibu kota Afghanistan, Kabul. Serangan itu menewaskan sedikitnya 400 orang.

ADVERTISEMENT

Pakistan menolak klaim tersebut sebagai "palsu dan bertujuan untuk menyesatkan opini publik". Pakistan menegaskan bahwa mereka hanya menargetkan instalasi militer di Kabul dan provinsi Nangahar pada hari Senin (16/3).

Serangan terhadap Rumah Sakit Perawatan Kecanduan Omar di Kabul terjadi pada hari Senin sekitar pukul 21.00 waktu setempat (16:30 GMT), menurut Hamdullah Fitrat, wakil juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan, dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/3/2026).

- Diminta Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Eropa Kompak Menolak!

Negara-negara Eropa kompak menolak desakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz. Ditegaskan oleh negara-negara Eropa bahwa mereka tidak berniat untuk terlibat secara militer dalam konflik yang meningkat antara AS dan Israel dengan Iran.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (17/3/2026), mengatakan bahwa negara-negara Uni Eropa "tidak memiliki keinginan untuk secara aktif terlibat dalam aksi militer terhadap Iran".

Dalam pernyataan yang disampaikan setelah pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kallas menegaskan bahwa Eropa "tidak tertarik pada perang tanpa akhir". Dia juga menyebut bahwa perang melawan Iran bukanlah "perangnya Eropa".

- Iran Tegaskan Selat Hormuz Hanya Ditutup untuk Musuh

Otoritas Iran mengizinkan perlintasan terbatas untuk sejumlah kapal tanker minyak di Selat Hormuz, saat perang berkecamuk antara Teheran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan energi global, hanya ditutup untuk "musuh".

Otoritas Iran, seperti dilansir TRT World, Selasa (17/3/2026), mengatakan bahwa kapal dari negara-negara yang tidak terlibat perang diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz, dengan koordinasi militer dengan Teheran meskipun ada gangguan yang lebih luas.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, secara lebih jelas mengatakan bahwa Senin (16/3) waktu setempat bahwa beberapa kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz akan diizinkan untuk lewat.

- Rusia Bilang Palestina Terlupakan Gegara Perang AS-Israel Vs Iran

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengingatkan bahwa masalah Palestina berada dalam "krisis mendalam", karena eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran yang berlangsung beberapa pekan terakhir.

Lavrov menyebut Palestina "dengan mudah terlupakan" saat dunia teralihkan oleh perang yang berkecamuk antara AS-Israel melawan Iran.

Berbicara dalam konferensi pers di Moskow, seperti dilansir TRT World, Selasa (17/3/2026), Lavrov mengatakan bahwa sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu, diskusi tentang isu-isu Timur Tengah utamanya berfokus pada masalah pembentukan negara Palestina.

- Trump Bilang Perang Iran Segera Berakhir, Tapi Bukan Pekan Ini

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengatakan bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir. Dikatakan oleh Trump bahwa perang yang berkecamuk sejak 28 Februari itu tidak lama lagi akan berakhir, meskipun diperkirakan bukan pekan ini.

Ini merupakan kesekian kalinya Trump memberikan perkiraan waktu yang samar untuk berakhirnya perang melawan Iran. Presiden AS ini sudah beberapa kali melontarkan pernyataan berbeda-beda mengenai potensi berakhirnya perang yang dikobarkan AS dan Israel terhadap Iran.

Jawaban samar kembali disampaikan Trump ketika ditanya oleh wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dilansir Anadolu Agency dan CNN, Selasa (17/3/2026), mengenai apakah AS dapat menyelesaikan perang melawan Iran pekan ini juga.

Tonton juga video "Trump Minta Bantuan NATO untuk Membuka Selat Hormuz"

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads