Rusia Bilang Palestina Terlupakan Gegara Perang AS-Israel Vs Iran

Rusia Bilang Palestina Terlupakan Gegara Perang AS-Israel Vs Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 17 Mar 2026 16:19 WIB
Menlu Rusia Sergey Lavrov (dok. REUTERS/Evgenia Novozhenina/Pool)
Menlu Rusia Sergey Lavrov (dok. REUTERS/Evgenia Novozhenina/Pool)
Moskow -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengingatkan bahwa masalah Palestina berada dalam "krisis mendalam", karena eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran yang berlangsung beberapa pekan terakhir.

Lavrov menyebut Palestina "dengan mudah terlupakan" saat dunia teralihkan oleh perang yang berkecamuk antara AS-Israel melawan Iran.

Berbicara dalam konferensi pers di Moskow, seperti dilansir TRT World, Selasa (17/3/2026), Lavrov mengatakan bahwa sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu, diskusi tentang isu-isu Timur Tengah utamanya berfokus pada masalah pembentukan negara Palestina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang semua orang berbicara tentang krisis, konflik di Timur Tengah, tetapi mereka sama sekali tidak merujuk pada Palestina. Palestina dengan mudah terlupakan," kata Lavrov dalam pernyataannya.

Dia menggambarkan sikap ini sebagai "pukulan paling serius terhadap reputasi komunitas internasional", terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Saya meyakini semua orang di sini, mungkin yang pertama dan terpenting, negara-negara di kawasan, negara-negara Arab, perlu mengakui tanggung jawab mereka. Dan kita akan siap untuk secara aktif mendukung pendekatan tersebut, sehingga PBB bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil," ujarnya.

Mengenai peningkatan ketegangan antara AS, Israel dan Iran, Lavrov menyebut penghentian permusuhan sebagai "langkah mendesak dan prioritas".

"Segala upaya harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam krisis ini menghentikan tindakan yang merusak infrastruktur sipil dan menyebabkan korban jiwa di kalangan sipil," cetusnya.

Dia berargumen bahwa Washington dan Tel Aviv sudah menyadari "betapa besar kesalahan perhitungan mereka dengan operasi cepat" terhadap Teheran.

Lavrov menegaskan kembali kesediaan Rusia untuk berperan sebagai mediator jika upaya benar-benar diarahkan untuk menyelesaikan krisis. Dia juga menekankan bahwa Iran membutuhkan jaminan keamanan.

Terakhir, dia mengkritik pernyataan AS tentang keinginan untuk mengambil semua uranium yang diperkaya milik Iran, dengan mengatakan bahwa pendekatan semacam itu menunjukkan niat Washington untuk mengendalikan sumber daya energi dunia.

Simak Video 'Netanyahu: Kami Telah Menghabisi Bos IRGC Ali Larijani':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait